Tanggal: 30 Oktober 2023
" Ciri manusia hidup adalah bisa berekspresi,karena yang mati tidak akan bisa melakukannya.Salah satu cara berekspresi adalah dengan menulis. Jadi...Menulis adalah salah indikator bahwa dirinya masih hidup. "
Lanjut ke TKP malam ini....dimulai dari flyer.
*Kau! Lesung memasung. Tatap mengharap. Penuh tanya dalam setiap ketika yang aku tak berani menerka. Benar cinta atau hanya menunda luka.*
*Kita adalah sekumpulan kata yang siap dikirimkan. Namun tertunda akibat bingkai hati yang sudah berseberangan. Selamat pagi kasih, semoga tak letih merintih.*
Sebagai penulis, penggemar bahasa dan sastra pasti peka akan bahasa indah yang menggugah selera dan rasa.
Semudah melentingkan nafas di udara. Begitu pula menuliskan untaian kalimat indah yang kita kenal dengan *DIKSI*.
Memang semudah itu?
Eeeh ga percaya yaa...
Kita buktikan dengan masuk kelas malam ini.
Bersama *Queen of Diction* yang akan mengajak kita berdansa dalam titian kata berdiksi.
Acara dibuka oleh moderator:
*_Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh._*
*_Salam sejahtera untuk kita semua._*
Selamat malam sahabat hebat Indonesia yang tergabung dalam kelas Belajar Menulis Gelombang 30
Perkenalkan, saya *Mutmainah* biasa dipanggil *Emut* dari Lebak Banten.
Alumni peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay *gelombang 24* (Januari-Maret 2022). Bareng sahabat saya Arofiah Afifi
Di putaran ke 7 ini saya akan menemani sahabat nusantara menimba ilmu di kelas Menulis tanpa sekat dan batas.
Semoga semangat kita tetap menyala untuk terus berkaryaπͺπ»
Niat kita tetap terjaga untuk menambah ilmu dari narasumber yang luar biasa.
πͺπ₯°π₯°
Kuliah malam ini seperti biasa dibagi menjadi 4 sesi
1. Pembukaan
2. Penjabaran Materi
3. Sesi Tanya Jawab
4. Penutup
Semakin penasaran dengan Narsum kita malam ini??
Tanpa perlu banyak kata, yuuuk kita sambut dengan gempita.... ππππ
Monggo my tetangga π₯°π₯°
Asiaaaaap
Terimakasih atas waktunya my tetangga π₯°
Sama-sama π₯°π₯°
Selanjutnya pemberian materi ole h nara sumber:
Assalamualaikum Wr.Wb
Selamat malam Tuan dan Nyonya di Sebrang Ingatan☺️
Di bibir senja izinkan saya meminjam waktu untuk bersiul sambut lewat satu linimasa.
Dengan gerak jari menukik lembut saling berpaut, meluncur lewat emoji sarangheoπ«°π«°
Ditemani dengan secangkir kopi yang mempertemukan kita di satu meja virtual. Sebuah tempat dimana sang emoticon☺️☺️ menjadi persembahan sebagai tanda perkenalan dari *Maydearly*.
Setelah ini tetanggaku pengganti gelar Queen of Diction juga
We are in one screen_ berlari dari bangku cemas menggedor ribuan ilmu sebagai resep yang menyempurnakan koefisien aksara agar serupa mawar di tengah gulma
*Diksi sebagai Seni Bahasa* semoga menjadi cemilan menawan di pembuka malam yang elegan.
Karena nempel terus jadi tetangga, makanya ketularan mahir diksi π
Baiklah Tuan dan Nyonya, izinkan saya menyandera hati Tuan dan Nyonya agar terpana dalam setiap bait yang mengudara π₯°
Semoga pertemuan ini adalah awal tegukan yang manis, mengawali cerita di layar kaca, menyusun kepingan kata, dan diseduh dengan rasa bahagia untuk terus belajar berprosa. Agar tak seperti deret aritmatika null or constant
Sebelum saya lanjut, ada yang sudah kenal dengan Diksi?
Saya yakini semua penulis di kelas ini sudah tak asing dengan diksi
Mengapa Diksi begitu penting dalam kajian sebuah bahasa?
Sebab banyak keindahan dari sebuah kata menjadi prosa yang melampaui bayu di udara.
Diksi bak irama tanpa aroma, menjadi senyawa indah mempesona melengkapi rumpun kata dengan sejuta makna.
Diksi – akar katanya dari bahasa Latin: *dictionem* Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi diction Kata kerja ini berarti: *pilihan kata*. Maksudnya, pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.
Dalam sejarah bahasa, Aristoteles – filsuf dan ilmuwan Yunani inilah yang memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah dan berbobot. Gagasannya itu ia sebut diksi puitis yang ia tulis dalam Poetics – salah satu karyanya. Seseorang akan mampu menulis indah, khususnya puisi, harus memiliki kekayaan yang melimpah: diksi puitis. Gagasan Aristoteles dikembangkan fungsinya, bahwa diksi tidak hanya diperlukan bagi penyair menulis puisi, tapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.
William Shakespeare dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.
Sampai sini, mungkin Tuan dan Nyonya sudah memahami tentang apa itu Diksi.
Mungkin terbesit dalam labirin hati, akankah saya mampu berdiksi?
Jawabannya tentu *Yes*
Setiap penulis ia akan mampu berdiksi. Lantas bagaimana Tuan dan Nyonya mampu berdiksi?
Ada 5 hal yang perlu dipelajari agar penulis mampu merangkai sebuah kalimat/paragraf dengan diksi yang mempesona.
Mari kita ulas apa saja ke 5 hal tersebut.
moderator menyela; Nah perlu dicatat nih
Seorang penulis akan mampu berdiksi ababila ia mampu menerapkan 5 hal di berikut ini:
1. *Sense of Touch* adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. indra peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit. Aplikasi indra peraba ini juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti angin misalnya. Atau, cocok juga diterapkan untuk sesuatu yang kita rasakan dengan menyentuhnya, atau tidak dengan menyentuhnya.
*Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi*
2. *Sense of Smell* adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.
Contoh:
*Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu kugantungkan dilangit harapan*
3. *Sense of Taste* adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.
Contoh:
*Kukecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari kugenggam Hp di tangan kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.*
4. *Sense of Sight* adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya. Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.
Contoh
*Derit daun pintu mencekik udara di tengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu adalah prasasti yang pernah kutinggali*
5. *Sense of hearing* adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar.
Contoh
*Aku padamu seperti angin yang berlalu begitu saja, kini yang kupunya hanya melupa atas lara dari sajak jingga yang cedera*
Hanya 5 hal yang kita butuhkan dalam memadu Diksi. 5 hal sederhana, yang membantu tuas huruf mengalir menuju samudra kata yang mempesona
Menulis dengan melibatkan ke 5 panca indera juga mampu memantik karya tertuang lebih natural. Karena kita menulis dari apa yang dilihat, dirasa, diraba, didengar.
Sampai sini, saya sangat yakin jika Tuan dan Nyonya mampu merangkai bait dengan hiasan diksi yang enak dibaca.
Perlu kita coba yak
Saya beri waktu 10 menit untuk Tuan dan Nyonya untuk menulis sebait/ se paragraf kalimat sederhana namun kaya Diksi
Menulis dari apa yang dilihat, apa yang didengar atau apa yang dirasa.
Silahkan diatur waktunya bu Momod
Mangga bapak Ibu grup sudah saya buka
Monggo Tuan dan Nyonya, silahkan dicobaπ₯°
Para peserta mulai mencoba:
[30/10 19.43] +62 895-8031-42501: Embun pagi yang segar memeluk daun-daun hijau, menari-nari dengan gemerlap sinar mentari yang menyapa harimu.
[30/10 19.43] +62 813-6819-0489: Share NASUM
Memulai ... Nya π«‘π«‘π«‘
[30/10 19.43] +62 852-1662-8447: Sepagi ini rindu menyapa
Berbisik serupa serindai diantara pelukan embun yang mulai membasah
Gemulai resah menari pasrah
Anantara tembang elegi dan nestapa
[30/10 19.43] +62 852-1662-8447: Ikutan belajar yaa bu Narsum π€
[30/10 19.44] +62 853-1920-9113: Boleeh bangeet
[30/10 19.44] +62 853-1920-9113: Masya Allah kereeen
[30/10 19.46] +62 882-9987-2677: Dan malam ini kembali ku senandungkan
Getar getar rindu nan syahdu ......untukmu yang selalu ku tunggu......
Hadirmu ku nanti.....Oooh teh emut
Apakah kau disana juga rindu padaku??eaaΓ a eaaa
[30/10 19.46] +62 813-2806-5408: Dalam padangmu semakin jelas kulihat bahwa ternyata kau cepat bertumbuh.
[30/10 19.47] +62 852-1662-8447: Wasyiiiik... rindu ciklatmu mbaakππ
[30/10 19.47] +62 896-5367-2040: sesekali terisak terkesima melirik barisan kalimat yang tersaji di layar gawaiku dari para maestro diksi, membuat rasa ini rindu akan cawan sajak yang mengejutkan
[30/10 19.49] +62 882-9987-2677: Hadirmu hanya dalam ilusi bercengkrama hanya dalam b bayangmu saja
Oooh malam sampaikan getar rinduku .....untuk dia disebrang sana
[30/10 19.50] +62 817-9762-070: Goresan syair lagu 15 tahun lalu ,kuhanyutkan menyatu dengan gelombang samudera.
Gelombang pasang, amukan badai menghantam, ia tetap tenang mengarungi samudera.
Hingga hari ini membawaku ke tangga 10 besarπ€£π€£π€£π€£
[30/10 19.51] +62 813-6724-0738: Malam ini tangan bergetar mulai berselancar melalui jalur langit saya mulai menjentikkan jari jari di tut nada yang tak menentu, bersama para maestro impian, diiringi semilir angin sepoi sepoiππ₯Ή
[30/10 19.52] +62 882-9987-2677: Aku hanya ingin melagukan cinta ini
Yang terseok seok berlari mengejarmu
Sampai akhirnya ku tahu
Kau lagukan dawai indah itu
Bukan untukku
Akhirnya patah hatiku
Eaaaaa
[30/10 19.53] +62 813-5427-1020: Malam yang terang tak mengobati rinduku pada siang yang redup
Memang telinga berada dalam satu kepala, namun takdir tak mengijinkan untuk saling bertemu
Rasa memang mudah bagi lidah, namun suara tak mampu melewati tenggorokan
Cukuplan do'a yang membimbing diamku
[30/10 19.54] +62 813-2806-5408: Dalam padangmu semakin jelas kulihat bahwa ternyata kau cepat bertumbuh.
Bak batu giok warnamu muncul ke muka, hati yang gundah tersenyum kini
Melihatmu semakin rimbun dan memukau
[30/10 19.57] +62 857-1647-8821: Mentari yang tak pernah tersenyum
Antarkan keasingan semu
Yang antaranya malu
Seperti halnya kaki berlalu
[30/10 19.58] +62 813-4107-7865: Seperti suara ombak yang merdu memecah keheningan malam.
Di tambah bisikan angin yang lembut bak untaian kain sutra..
Disaat itu pula hatiku yang sepi tanpa ada kabar mu..
☺️
Nara sumber mengapresiasi karya peserta:
Masya Allah, cuplikan Bait tertata apik dan Ciamik, ditulis oleh 10 penulis yang manis π₯°
Izinkan saya memberi rating untuk setiap bait diksinya
Rasa kagum mengembara dari pelataran logika
Merapal makna dari setiap bait yang menggebu, penuh candu
Izinkan aku menggedor ribuan rasa
Menerbangkan segala lara dengan arupa pesona
Dan aku berkawan dengan gembira yang jumawa
Hingga semesta bertanya, apa gerangan yang membuatmu gembira?
Jawabku *Satu bait Indah dari Para Penulis Nusantara*
Tidak sulit bukan? Karena yang sulit adalah yang *tidak ingin memulai*π π
5 juru kunci sudah meluncur dalam pandangan screen kelas ini, tinggal diramu, digeledahi dan diciptakan dalam sebuah karya
Terkadang, ada hal lain yang membuat kita stuck dalam menulis. Dicoba, dinikmati, diresapi karena menulis adalah melahirkan isyarat ruh kepada pembaca.
Ini adalah buku puisi yang saya tulis bersama bu Kanjeng, ada 40 judul karya saya, dan 40 judul karya bu Kanjeng. Menurut testimoni, isinya bikin candu dibaca.
moderator menyela:
ππππ
Sy udah 4 kali khatam
Nara sumber membalas:
Uwow gak nyangka sampe 4 kali π
Nara sumber melanjutkan materi:
Baiklah Tuan dan Nyonya secangkir telaga ilmu sudah mengudara di layar kaca.
Jika pertemuan ini masih menyisakan tanya, Tuan dan Nyonya dipersilakan untuk chat bu Momod π
Moderator memandu tanya jawab;
Asyiaaaap
Yuk yuk yang ingin bertanya, dan punya uneg uneg kirim japriannya ke sayaπ€
Jangan biarkan tanya menguap tanpa jawab. Segera layangkan surat cinta untuk dijawab Narasumber hebat
Dengan format Nama, asal, gelombang, dan kirim ke π
*085216628447*
Bagi yang iny bertanya silakan japri ke 085216628447
[30/10 19.06] +62 852-1662-8447: UNTUKMU DIRI
Aku hanyalah lilin kecil tanpa suar yang berpijar
Menyulam rasa di pelataran malam sepi
Detik yang berlalu mengusik liar tiada empati
Terhempas lara pada saban waktu yang kian melindap
Gontai langkahku terseok ditikam nyeri
Aku hanya ingin memancang tegak
Di atas rapuh yang kian mengoyak
Mungkin semesta hanya ingin bercengkrama
Sampai aku tersungging tipis
Hidupku adalah mampu bertahta di tengah terpaan riak kehidupan
Kuatku ada pada kidung yang kurapal di setiap senja
Sadrah sumarahku hanya pada yang Esa.
Emut Lebak
[30/10 19.07] +62 852-1662-8447: Masuk diksi enggk itu bu Narsum? Di jawabnya nanti yaaπππ
[30/10 19.10] +62 852-1662-8447: Narasumber kita malam ini *Maydearly*
Berasal dari provinsi Banten.
Tetangga sebelah rumah saya.
Tepatnya Kabupaten Lebak. Sebuah kota kecil yang kaya akan budaya. Terkenal dengan motto *Lebak Unique* karena mendiami tempat yang benar-benar unik.
Mendapat gelar *The Queen of diction* karena keahliannya menulis diksi-diksi indah dalam puisi.
Beliau seorang Guru, Bloger, motivator dan juga novelis. Salah satu karyanya yang booming dan dibeli oleh orang nomor satu kabupaten Lebak adalah buku *Januari Dalam Kenangan*, sebuah buku yang menghimpun kisah korban bencana alam di Kabupaten Lebak yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2020 silam.
Kisah dalam buku ini begitu mengharu biru, mencabik hati siapa pun yang membacanya.
Buku yang dikemas dengan bahasa penuh diksi namun mudah difahami.
[30/10 19.11] +62 852-1662-8447: Dua buku terbarunya *Dua Irama dalam Larik Puisi dan Merapal Jejak Bu Kanjeng* juga telah mengembara sampe ke ujung Sumatera
[30/10 19.11] +62 852-1662-8447: Yang kepo sama bukunya Narsum boleh langsung japri Bu maederly yaaaπ€π€
P1
Sahrir - Kabupaten Poso Sulteng - Gel 30
Pertanyaan Bagaimana menggunakan diksi sastra untuk menciptakan suasana atau mood tertentu dalam cerita atau puisi ?
[30/10 20.18] +62 853-1920-9113: Terimakasih Pak Sahrir
Cara menuangkan diksi dalam cerita atau puisi tentu kita bisa memulai dengan menentukan latar.
Contoh dalam cerpen, bisa kita mulai dengan menganalogikan waktu. Misal, pagi, siang, malam. Di pagi hari kita menemukan mentari. Kata mentari bisa kita rangkai dengan cuplikam fajar
*Sang Fajar berlari di pucuk pagi*
Dalam puisi kita bisa menentukan ide cerita dari yang akan kita sampaikan.
Misal ketika kita ingin menyampaikan pesan kepada benda, atau orang kita analogikan memalui bentuk fisik. Disini masuk pada kategori *sense of sight*
Contoh:
*Kau lebih manis dari sekedar adukan gula dalam secangkir kopi, akan kunobatkan hati ini sebagai kenangan yang pernah kau jelajahi*
[30/10 20.18] +62 852-1662-8447: P2
Taufan dari tanah Pemalang Jawa Tengah
luar biasa menyimak sahutan para maestro sajak puisi, aplagi dari narsum dan momodnya biki melayang layang dan candu
pertanyaannya
Bagaimana mempersonifikasikan bahasa yang tepat pada maksud yang akan ditulis, agar tidak monoton dan pembaca betul2 memahami arti sebenarnya?
[30/10 20.22] +62 853-1920-9113: Terimakasih Pak Taufan
Cara memepersonifikasikan bahasa yang tepat adalah dengan memilah padanan kata yang baik. Tentu kita perlu sering membaca atau mencari referensi padanan kata yang pas agar tulisan kita kaya Diksi. Ketika tulisan sudah kaya Diksi maka tulisan kita tidak akan terlihat monoton.
Munculkan padanan kata yang asing di dengar. Sementara ini banyak penulis yang masih sulit memilah padanan kata.
Sebut saja kata *membaca* nampak biasa saja, tetapi akan indah jika kata membaca diganti dengan kata *merapal* terdengar asing dan memikat pembaca untuk mencari tau artinya. Di Google banyak glosarium sinonim yang bisa kita gunakan π
[30/10 20.22] +62 852-1662-8447: P3
Zulkifli
Aceh Utara
Kala awan telah menutupi langit, ada rasa gelisah didalam raga, entah kenapa rasa itu ada, padahal diriku di naungan kelas yang luar biasa.
Apakah diksi ini berlaku untuk setiap tulisan, opini, cerpen, buku fiksi atau pun non fiksi atau menulis buku bebas?
Apa peran diksi selain buku antologi atau pun puisi?
[30/10 20.25] +62 853-1920-9113: Terimakasih Pak Zulkifli
Sebenarnya Diksi itu memuat segala bentuk tulisan. Hanya saja sang Diksi akan lahir dalam berbagai _genre_. Dalam karya ilmiah tentu kita membutuhkan Diksi yang mumpuni agar suatu karya Ilmiah terbaca dengan baik.
Contoh kecil ketika kata *meneliti* diganti dengan *menganalisis* atau *mengidentifikasi* ini sudah termasuk berdiksi.
Nah, disini bahasan saya adalah pengembangan Diksi jenis fiksi yang biasa digunakan dalam cerpen dan Novel.
[30/10 20.25] +62 852-1662-8447: P4
lutpiana sumsel, bagaimana trik simpel namun terbaik agar tetap dapat menjaga diksi kita dalam menulis
[30/10 20.28] +62 853-1920-9113: Terimakasih Bu Lupiana
Cara saya mempelajari Diksi, pertama adalah sering membaca novel/cerpen. Disini meng upgrade pengetahuan saya terhadap kata² asing yang sebelumnya saya tak fahami.
Kedua adalah menarikan jari di google dengan mencari glosarium padanan kata.
Trik simple nya adalah mencoba memulai dengan memadu padankan setiap kata dengan kata pengganti/sinonim.
Dan intinya *Dicoba dulu* because practice makes perfect π₯°
[30/10 20.28] +62 852-1662-8447: P5
Assalamualaikum Ibu Narsum yang luar biasa dan teh emut yang hebat
saya Patonah ( Fannie Radjib ) dari Tangerang mohon izin bertanya ya bu Narsum dan bu Moderator
1. Bagaimana caranya agar puisi yg kita ciptakan itu menjadi lebih hidup dan menarik ketika dibacakan oleh orang lain??
2. Bagaimanakah agar kita lebih percaya diri dalam menulis puisi ?? Kadang saya sering merasa bahwa karya saya itu kurang menarik
Hatur nuhun
[30/10 20.31] +62 853-1920-9113: Terimasih Ibu Fannie Rajib
1. Pertama menulis puisi adalah menyampaikan pesan. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa menulis membutuhkan *Ruh* dan Ruh itu akan didapat jika tulisan itu dijiwai. Makanya kita perlu menulis dengan hati π₯°
2. Agar PD dalam menulis puisi yaitu dengan menciptakan kata2 unik dalam setiap bait puisi. Sederhana tapi padat makna, tentu tidak akan membuat pembaca bosan.
[30/10 20.31] +62 852-1662-8447: P6
mohon ijin perkenalan, saya endang murtiningsih dari kaltim .. mohon ijin bertanya... Apa pentingnya penerapan diksi dalam menulis, dan bagaimana penulis dapat meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan diksi yang memukau dalam tulisan yang dihasilkannya?
[30/10 20.34] +62 853-1920-9113: Terimakasih pertanyaan dari Nyonya di Sebrang Pulau π₯°
*Penerapan Diksi amat penting* karena Diksi tidak hanya lahir dalam karya genre Sastra. Diksi juga perlu hadir dalam karya ilmiah agar tulisan tidak semrawut dan memiliki alur penceritaan yang baik serta sopan. Tidak mungkin kata 'elu dan gue' ada dalam karya ilmiah bukan?
Cara penulis mengingkatkan kemampuan berdiksi adalah dengan banyak membaca karya sastra baik teks book or by google π
[30/10 20.35] +62 852-1662-8447: P7
Assalamualaikum
Bu Mey..
Saya mau nanya.
Apakah perlu di setiap tulisan kita disisipkan diksi?
Bagaimana jika orang yang membaca justru bingung dan tidak mengerti diksi yang kita pakai.
Jadi pesan yang ingin kita sampaikan pada pembaca jadi ga nyampai dong.
Trmkshππ»
[30/10 20.38] +62 853-1920-9113: Waalaikumsalam
Terimakasih Pertanyaannya Bu π
Pertama jenis tulisan apa yang ingin ibu buat. Tadi saya sudah mengulas *Diksi* means *Padanan Kata* seyogyanya, penulis yang baik adalah yang bisa memoles Diksi dalam setiap tulisan apapun jenisnya. Karena Diksi juga terlahir dalam berbagai Genre.
Pembaca tidak akan kebingungan selama Diksi/padanan kata yang kita tulis itu sepadan. Makanya perlu banyak membaca dan berlatih π
[30/10 20.38] +62 852-1662-8447: O8
Keren πππ
Langsung saja ya Bu Maydearly
Saya Asma Dari Cilegon
Dari kemampuan diksi yang luar biasa tersebut
1. Buku apa sajakah yang harus dibaca oleh saya atau kami untuk dapat mengasah kemampuan diksi
2. Buku apa saja yang Bu Maydarly baca
3. Adalah tokoh-tokoh diksi yang menginspirasi dan
Siapa saja
[30/10 20.41] +62 853-1920-9113: Terimakasih Bunda Asma
Sedikit Kaget, ta kira yang nanya Asma Nadia ππ
Nah, karya2 Bunda Asma Nadia yang suka saya baca, beserta karya Bunda Helvi Tiana Rosa yang Diksinya Aduhai. Kedua kakak beradik ini adalah inspirasi saya dalam menulis.
Kemudian, saya juga sering berselancar di google. Ada domain jago kata.com. Disitu terlahir sekumpulan quotes para penulis terkenal yang karya sastranya mengembara dan kaya Diksi
[30/10 20.41] +62 852-1662-8447: P9
Nama May Sumarni
Asal Jakarta Selatan
Gelombang 30
P : Apa dalam membuat puisi rima itu harus atau bebas saja
[30/10 20.43] +62 853-1920-9113: Terimakasih bu May, seperti menyebut nama sendiri ππ
Nah, untuk materi Puisi nanti akan dibawakan oleh pakarnya di pertemuan berikutnya.
Adapun Rima, sekarang zaman milenial ini banyak penulis puisi yang tak lagi terpaut Rima dalam karya puisinya. Selama pesan itu sampai, maka itu adalah puisi.
Dan zaman sekarang puisi itu sudah lahir dengan berbagai bentuk termasuk Jenis puisi *Prosais*
[30/10 20.44] +62 853-1920-9113: Puisi Prosais juga sedang saya susun bersama bu Momodπ€
[30/10 20.44] +62 853-1920-9113: Mudah2an cepat lahir
[30/10 20.44] +62 852-1662-8447: Pertanyaan habis buππ
[30/10 20.44] +62 853-1920-9113: Alhamdulilah
[30/10 20.44] +62 852-1662-8447: Peserta terkesima dengan diksinya bu Narusum
[30/10 20.45] +62 852-1662-8447: Monggo bun untuk closing ππ€
[30/10 20.45] +62 853-1920-9113: Mudah2an materi malam ini mudah difahami dan dapat dimengerti π
[30/10 20.45] +62 853-1920-9113: Asiaaap
[30/10 20.45] +62 852-1662-8447: Pastinyaaa
Penulis Sejati adalah:
Ia yang tak pernah putus asa
Ia yang tak pernah menyerah
Ia adalah seseorang yang selalu tersenyum dalam kesedihan
Dan Ia yang selalu menciptakan ide-ide baru π₯°π₯°
*Jadilah Penulis Sejati* yang karyanya dikenang sampai mati
[30/10 20.49] +62 853-1920-9113: Demikian yang dapat saya layangkan lewat udara malam yang menawan. Semoga menjadi ladang ilmu di labirin ingatan Tuan dan Nyonya dari merauke hingga sebrang π₯°
Mohon pamit Undur diri
Assalamualaikum Wr.Wb π
Nara sumber menutup materi dan dilanjutkan penutupan acara oleh moderator:
Demikian materi kita malam ini yang sangat luar biasa
Genggam semua ilmu yang telah didapat untuk menjadi bekal berkarya demi keabadian diri
Jangan lupa karya solo selalu dinantiπͺπͺ
Mohon maaf jika selama membersamai sahabat saya mempunyai kekurangan dan kesalahan.
Uluran maaf setulus hati, bagi kesalahan yang mungkin tak sengaja melukai.
Mari bergandengan tangan untuk menyemarakkan literasi di negeri tercinta. Bersama kita pasti bisa menebar warna indah dalam goresan karya.
Selamat malam, sampai berjumpa lagi.
Izinkan saya undur diri.
Wassalamualaikum wr wb.
See you next time, sobatππ»ππ»ππ»








Tidak ada komentar:
Posting Komentar