Cari Blog Ini

Jumat, 27 Oktober 2023

RESUME KBMN 30 Ke-6 Mengatasi WRITER'S BLOCK

 Gelombang: 30

Tanggal: 27 Oktober 2023

Tema:  " Mengatasi WRITER'S BLOCK   "

Narasumber: DITTA WIDYA UTAMI, S.Pd.Gr.

Moderator : LELY SURYANI, S.Pd.SD 


Seperti halnya langit, kadang bersinar cerah, tapi acapkali pula tiba-tiba gelap tertutup awan. 
Begitu pula perjalanan kita dalam berkarya dan menulis. 

Mulai dari masalah kesibukan, mood swing, hingga kendala lainnya yang membuat kita stuck dan jalan di tempat.

Naah sobat, saat  sedang menulis, pernahkah Anda mengalami hal seperti ini. 

"Aduuh, bingung mau nulis apa lagi". *ATAU* 
"Kok ga ada ide yaa, lagi buntu". 

 Awas jangan-jangan Anda telah tertular virus menular. *_Waaah ga bahaya taa_*๐Ÿคญ

Wah wah virus opo to iku??? 
Yup *WRITERS BLOCK*

Hmmmm jadi pinisirin deh, virus apa itu. 

Mau tahu virus apa itu, cara menanggulanginya, ciri-cirinya, dan trik untuk menghindarinya. 

Yuuuk, masuk kelas malam ini. Jangan sampai menyesal yaaa. ... ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

Moderator membuka acara :

 Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh..

Alhamdulillah.. Puji syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah  Tuhan Semesta Alam

Atas segala nikmat, terutama nikmat sehat dan sempat, kita masih dibeti kesempatan untuk terus belajar dan belajar.

Termasuk kesempatan malam ini untuk belajar bersama untuk menggerakkan dam memajukan dunia literasi.

Maka jangan sia-siakan kesempatan yang ada, manfaatkan sebaik-baiknya agar hiduppun tak jadi sia-sia.

Selamat malam para pegiat literasi nusantara .

Selamat malam Om Jay..

Selamat malam  buat semua.
Yang saya hormati  Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd

Yang terhormat para Narasumber

Dan semua peserta pelatihan KBMN 30 yang berbahagia.

Perkenankan saya yang bertugas malam ini mendampingi narasumber hebat nan ayu..๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ
*Mbak Ditta Widya Utami*

Yang akan menyampaikan materi tentang adanya virus yang mematikan kinerja penulis

Sama halnya dengan Virus DB yang mematikan raga..

Virus WB juga bisa mematikan ide, mematikan gairah menulis.

Bagaimana virus ini bisa menjangkiti penulis, ciri-cirinya dan cara mengatasinya.. akan kita bahas tuntas malam ini.

Okeh teman-teman.. rasanya sudah tidak sabar ingin cepat mendapat pencerahan dari Narasumber...

Mari kita buka dulu dengan berdoa bersama..

Maka kepada seluruh peserta dimohon untuk duduk dengan sikap sempurna.

Berdoa sesuai dengan agama dan kepercataan masing-masing.

BERDOA.. MULAI...

Berdoa.. selesai..

Semoga Tuhan menganugerahkan ilmu yang bermanfaat bagi kita.. aamiin..

Mari teman-teman ..kita lanjut ke mata acara berikutnya yaitu perkenalan dengan narasumber dan dilanjutkan dengan pemaparan materi.

Yuuk.. sambut dengan mesrah..

Mbak Ditta Widya Utami...

๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Monggo mbak Dita.. disilahkan masuk ke ruang Chat ini...

Maaf yah.. saya terlanjur biasa memanggil beliau itu mbak... ๐Ÿ™๐Ÿ™

Selanjutnya,narasumber memperkenalkan diri dan memberikan materi:

 Bismillah

Assalamu'alaikum Ibu Bapak hebat ๐Ÿค—

Perkenalkan, saya Ditta yang akan berbagi tentang virus WB malam ini.
Sebelumnya saya ucapkan selamat ulang tahun untuk Omjay, 

dan selamat Hari Blogger Nasional untuk semua ๐Ÿ˜Š
Sekilas tentang saya bisa Ibu Bapak lihat di sini :

https://dittawidyautami.blogspot.com/p/profil.html
Yang mau terhubung dengan akun medsos dll silakan berkunjung ke sini:

https://linktr.ee/dittawidyautami
Senang sekali malam ini ditemani Bunda Lely yang luar biasa hebat ๐Ÿ‘๐Ÿป
 WB atau _writer's block_ mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. 

Meski mungkin ada yang baru mengenal istilah WB, ada kemungkinan kita semua pernah mengalami WB.
WB ini sebetulnya istilah yang sudah lama muncul
 Terimakasih Om Jay.. @⁨~Wijaya Kusumah⁩ ..

Telah sudi membersamai kami di sini.. ๐Ÿ™๐Ÿ™
 Diperkenalkan pertama kali oleh psikoanalisis Amerika, Edmun Bergler pada tahun 1940-an.
Wikipedia mengartikan WB sebagai keadaan saat penulis kehilangan kemampuan dalam menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya.

Untuk membantu menjawab pertanyaan refleksi di atas, berikut ciri lain bahwa kita terserang WB/ writer's block:

Sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi saat menulis.

Cerpenis, Novelis, _Script writer_, jurnalis daaan berbagai macam profesi menulis lainnya punya kemungkinan terserang WB/writer's block.
Yang membedakan adalah seberapa cepat kita menangani WB/writer's block ini.
Karena ... WB/writer's block bisa hinggap dalam hitungan menit, jam, hari, minggu, bahkan berbulan bulan.
๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ
 Tentu terkena WB/writer's block dalam waktu yang lama tidak kita harapkan.
 Karena ujungnya bisa mematikan kreativitas dan produktivitas kita dalam menulis.
 Lalu apa dong yang harus kita lakukan?
๐Ÿฅด๐Ÿคข๐Ÿคฎ๐Ÿคง๐Ÿค’๐Ÿค•
WB/writer's block itu ibarat penyakit yang akan mudah diobati bila kita tahu penyebabnya. 

๐Ÿฆ ๐Ÿงซ๐Ÿ’Š๐Ÿ’‰๐Ÿฉบ
Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali dirinya sendiri. Karena dengan bagitu, akan jauh lebih mudah mengenali penyebab WB/ writer's block yang sangat beragam.
 Dari berbagai artikel yang saya baca, secara umum WB bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

*1. Mencoba topik/tema baru*

 Bayangkan selama ini Ibu dan Bapak sering menulis jurnal ilmiah. Lalu suatu ketika diminta untuk menulis novel remaja.
Nah, meski masih mungkin dibuat novel yang sci-fi, tapi mungkin akan butuh waktu lebih banyak untuk menyesuaikan.
Sedikit terkena WB
 Kalau bisa mengatasinya, novel bisa tetap rampung. Tapi kalau tidak?

*2. Stres dan Lelah Fisik/Mental*

Aktivitas harian yang padat, tekanan dari pekerjaan dll terkadang membuat kita (sadar/tidak) mengalami stres.
 Dalam kondisi tersebut, jangankan menulis, tubuh pun sepertinya sudah menyerah duluan.
Kita mungkin sering dengar "Duh gak ada waktu buat nulis. Soalnya lagi sibuk banget!"
Padahal tiap orang kan sama sama punya waktu 24 jam setiap hari dalam hidupnya.
 Nah kalau sudah begini, mengingat para guru kepenulisan kita juga bisa membantu.
Misalnya Omjay yang sudah sangat sangat konsisten menulis setiap hari.
Bahkan sambil nunggu antrian di bank pun, Omjay masih bisa sempatkan untuk menulis.
Yap, kata kuncinya adalah "menyempatkan waktu", bukan menyisakan waktu untuk menulis.
Saya juga masih belajar untuk bisa menulis setiap hari. Meski hanya 1 paragraf dan tidak semuanya langsung dipublikasikan, tapi tetap ada yang saya tulis (di luar tugas harian yaa).
Jika terlalu penat, biasanya saya suka ambil jeda sejenak.
Berganti aktivitas yang bisa menyegarkan pikiran terlebih dahulu baru kemudian melanjutkan menulis.

*3. Terlalu Perfeksionis*

Tak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia selalu ingin melakukan yang terbaik.
Begitu pula saat menulis.
Ingin sempurna. Ingin bagus dulu. Baru kemudian dibagikan.
Jika masih takut salah, merasa belum bagus, gak mau dikomentarin sama orang lain, dipendem deh tuh tulisan.
Ingin menghasilkan tulisan yang berkualitas itu sangat penting bagi penulis.
Teman saya malah berkata bahwa saat menulis ya harus _based on data_. Pastikan yang kita sampaikan itu benar.
Tapi kembali lagi ke fitrah manusia, bahwa melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar. Artinya bahkan penulis profesional atau yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam kepenulisan pun bisa jadi masih melakukan kesalahan ketika menulis.
 Contoh paling sederhana yang mudah kita lihat adalah buku revisi.
Adanya buku edisi revisi itu kan sebetulnya menunjukkan adanya proses "perbaikan" dari versi sebelumnya.
 Bisa jadi ada informasi yang ditambah. Bisa jadi ada yang dikoreksi, dsb.
Nah, jadi ... ayok teruslah berkarya.
Tulisan yang baik itu ya yang selesai.
 Dan tulisan jelek masih lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai.
Selama kita konsisten menulis, dengan sendirinya kita akan berlatih memperbaiki setiap tulisan kita dari waktu ke waktu.
Di tahap awal belajar menulis atau ketika kita terserang WB/writer's block, kita bisa coba menulis dengan teknik _free writing_.
Menulis bebas atau _free writing_ ini adalah teknik menulis dimana kita mengesampingkan terlebih dahulu tentang salah ejaan, salah ketik, koherensi dan sebagainya.
Sing penting nulis nulis nulis.
Karena menulis itu "kata kerja", maka tak ada cara lain yang lebih baik selain praktik menulis itu sendiri.
Jika sekedar belajar tata cara menulis tapi jarang dipraktikkan, ya akan kurang optimal hasilnya. Kecuali pada mereka yang telah dianugerahi bakat menulis ๐Ÿ˜
Nah mumpung sekarang hari blog nasional, yuk setelah kelas ini menulis di blog masing-masing yaaa
*Menulislah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi*.. kata Om Jay
Nah angkatan angkatan sebelumnya bahkan sampai berkolaborasi menulis dan menghasilkan dua buku yang dikuratori oleh Bunda Aam dan Bunda Raliyanti
Yuk ah semangat menulissss dan berbagi kebaikan ✍๐Ÿป✍๐Ÿป✍๐Ÿป๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

Wah ternyata cukup banyak yang sering mengalami WB/writer's block ya.
 Tapi tak perlu khawatir Ibu Bapak, karena sebetulnya wajar bila seorang penulis terserang WB/writer's block.

WB/writer's block ini bisa menyerang siapa pun. Baik penulis pemula bahkan profesional.


Yook.. bisa mulai ajukan pertanyaan jika sudah menemukan hal-hal yang perlu diperjelas lebih lanjut..

Kirim pertanyaan ke 081388112412..

๐Ÿ™๐Ÿ™
Bagaimana nih.. angkatan 30.. apakah mau berbagi kebaikan dan pengalaman cara mengatasi WB/writer's block..?..

Pengalaman pribadi gitu loh.. yang dirasakan saat tubuh terkena WB/writer's block..
Okeh mbak Dita... bagaimana materinya?.. cukup atau masih ada yang perlu disampaikan?
Ayo mbak Hidmi.. @⁨~Hidmi Gramatolina R⁩ ..

Galang persatuan KBMN 30
 Okeh.. kita menuju sesi tanya jawab...

 P 1

Nur Hidayati - Kota Tegal 

WB/ writer's block itu bisa terjadi pada penulis tp tiap personal bisa
Mba Ditta sendiri kalo mengalami WB /writer's blockmengatasinya bagaimana ? 

Apakah  curhat  untuk meluapkan sesuatu yg terasa sesak di dada. Itu juga termasuk solusi mengatasi WB/writer's block  ?
 
Jawaban narasumber
Wah luar biasa pertanyaan pembukanya ๐Ÿฅฐ
Betul Mbak Nur. Tiap orang kasus WB/writer's block nya bisa berbeda. 

Contoh saya bisa saja terkena WB/writer's block karena stres. Sedangkan mba Nur lain cerita. Nah kalau sudah gitu obatnya juga pasti beda. Karena gak mungkin orang yang sakit kepala dikasih obat sariawan ๐Ÿ˜
Saya sendiri kalo terkena WB/writer's block, healing setitik mbak ๐Ÿ˜„
 Baca buku yang ringan dan menghibur, kuliner atau sekedar jalan keluar rumah dan main sama anak juga bisa cukup me- _recharge_
Setelah itu, saya biasanya baca lagi kerangka tulisan
Membuat kerangka tulisan bisa sangat membantu untuk mengatasi WB/ writer's block dan memastikan tulisan kita selesai.
Curhat lewat tulisan juga termasuk salah satu cara mengatasi WB/ writer's block. Dalam istilah psikologi namanya menulis ekspresif.
Tekniknya kita tuangkan semua emosi kita dalam bentuk tulisan.
Bahkan yang bersifat traumatis sekali pun
Di dunia psikologi, hal tersebut terbukti membantu memulihkan kesehatan mental.
Nah tapi mesti hati hati juga jangan asal publish
Keep on our diary saja misalnya
Apalagi kalau ada beberapa pihak yang kita cantumkan dalam tulisan
 Yah meski banyak sih buku dan film yang diangkat dari tulisan berbentuk curhat
Layangan putus misalnya.

Pertanyaan 2
Hidmi Gramatolina dari Lombok NTB, Bagaimana caranya bisa fokus dan berbagi fokus ketika ada priorotas lain? Saya menyadari perfeksionis ini mengintai diri
 terima kasih jawabannya

Jawaban narasumber
Teman saya pernah berkata setengah dari pertanyaan adalah jawaban
Dari pertanyaan Pak Hidmi sebetulnya sudah ada jawabannya, "buat skala prioritas".
Ketika banyak hal harus dilaksanakan di waktu bersamaan atau berdekatan, saya biasanya membuat skala prioritas.
Pastinya...
Nah jadi skala prioritas ini misalnya mana yang 1) penting dan mendesak, 2) penting tapi tidak mendesak, 3) mendesak tapi tidak penting dan 4) tidak penting juga tidak mendesak.
Kemudian untuk masalah perfeksionis salah satu cara mengatasinya adalah dengan berbagi pada ahlinya.
Sebelum dipublish, daripada berpikir tiada akhir apakah tulisan kita sudah bagus atau belum, lebih baik kita berikan dulu ke orang orang yang jam terbangnya sudah tinggi.
Nah misal minta masukan dari Bunda Lely
Saya juga sering seperti itu.
Terkadang kita merasa sempurna dan lupa bahwa di atas langit masih ada langit.
Inilah mengapa penting untuk meminta umpan balik dari karya karya kita.

Pertanyaan ke 3 bukan dari menteku..

Tapi dari penulis kesayangan di MELNTAS.ID...
Suhaimi Jakarta WB ini umumnya berlangsung sementara. Namun, jika tidak dikendalikan bisa fatal, bgmn cara mengendalikannya agar tdk berlarut-larut? pdhl kondisi ini bisa timbul dan tenggelam secara bergantian.
selamat malam Bu Suhaimi ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿป

Jawaban narasumber
Hehe WB/ writer's block itu sudah kaya pelampung saja ya yang bisa timbul tenggelam.
Kunci utama tetap di kenali penyebabnya. 

Tapi meski sudah tau penyebabnya terkadang pasien enggan berobat.
Kalau dari pengalaman saya sendiri salah satunya dengan kerangka tulisan itu Pak
Jadi, sebelum mulai menulis, saya buat dulu kerangkanya. Minimal judul dan subjudul
Itu yang paaaling minimal
 Jadi, kalau pun di tengah jalan saya kena WB/writer's block,
 Hilang inspirasi dan sebagainnya.
Saya masih bisa membaca ulang kerangka tulisan saya
Jika perlu saya mencari referensi tambahan sekedar untuk mendapat pencerahan
Nah apalagi sekarang sudah ramai penggunaan ChatGPT ya
Bisa bantu mengoptimalkan kita
 Masih banyak yg bs dibahas tapi semoga cukup memberi gambaran yaa ๐Ÿ˜ kalau belum puas kan bisa jadi bahan tulisan nantinya hehehe.

P4
Nama saya Siti Aisyah asal Tegal. 
Maaf bun mau nanya, bagaimana strategi seorang penulis hebat seperti bu widya dan bu lely apabila sedang kebanyakan ide? 
Soalnya saya pernah mengalami saat ingin menulis ternyata muncul ide2 berdatangan dan itu yang membuat bingung harus menulis yang mana dulu?

Jawaban narasumber
Kalau saya jadi Bu Siti, saya akan plot berbagai ide itu ke masing-masing file. 

Jika ada yang beririsan, akan saya coba gabungkan dalam satu tema tulisan. 

Setelahnya kembangkan kerangka tulisan. Lalu kembali lagi ke skala prioritas.
Dalam hal apa pun ide itu yang paling mahal.

Jd ketika muncul ide, segera tangkap dengan mencatatnya. Jangan biarkan kabuuuurrr

Mungkin kita blm bs menyelesaikan ide ide itu dalam waktu dekat. Tapi jika sudah kita tulis apalagi lengkap dengan kerangka tulisannya, next time akan mudah bagi kita untuk menulis ketika stok ide kita sedang kosong ๐Ÿ˜Š
Semoga membantu

 Okeh  P5
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Buk Dita
Saya Zulkifli dari Aceh Utara

Kiat apakah yang ibu lakukan saat WB dan brapa lama butuh waktu untuk bisa menulis lagi?

Jawaban narasumber
Nah kalau ini biasanya tergantung juga dengan _deadline_ tulisan. 

Deadline tulisan sebetulnya bisa membantu kita menghentikan WB/writer's block (ini yang saya rasakan). 

Karena mau tak mau saya akan kerahkan segala daya upaya supaya tulisan selesai sebelum waktunya.
Kalau tulisan yang tak ditarget, biasanya bawaannya juga jadi santai ๐Ÿ˜

P6
Mohon ijin bertanya Bunda Ditta, Saya Dwi Astuti M, dari Yogyakarta. Apa yang harus kita lakukan pada saat kita sudah berada di depan laptop akan mengawali menulis, tiba-tiba ada sesuatu yang menjeda dan perlu perhatian kita. Yang tadinya sudah on jadinya ilang๐Ÿ˜€, bagaimana ya?...Terima kasih.

Jawaban narasumber
Nah ini nih pentingnya "menghilangkan distraksi"
Ibu Bapak, sebelum menulis, sangat penting untuk membuat "suasana yang nyaman dan jauh dari segala macam gangguan"
Apa yang bisa mengganggu? Ibu dan Bapak yang lebih tahu

Misal jika Ibu Bapak senang membaca artikel online di HP, nah maka saat ingin fokus menulis sebaiknya tidak menaruh HP di meja yang dipakai untuk menulis.
Menghilangkan distraksi bisa meningkatkan produktivitas menulis ๐Ÿ‘๐Ÿป

  P 7
Asalamualaikum warohmstullahi wabarakatuh. 

Perkenalkan 

Nama saya :
Umi Putri Ibalia dari Kota Balikpapan 

Izin bertanya 

1. Dalam literasi menulis, bagaimana cara Trik Mbak Dita menepis WB. meskipun kondisi sibuk padat merayap dengan segala aktivitas.

Terima kasih.
Jawaban narasumberKita saja yg harus lebih pandai menyediakan waktu untuk keluarga dan menulis yaa ❤️

#nasihatuntuksaya sjht

Jawaban narasumber
 Wa alaikum salam

Selain deadline, kerangka tulisan, minta umpan balik ke yg ahli, membuat skala prioritas, yang saya lakukan untuk menepis WB itu "mengingat kembali niat saya menulis"
Ok..
 P8
Ibu...saya sering terjadi WB karena mengelola waktu. Selain itu, setelah bikin outline, saat menulis muncul ide2. Akhirnya ide ini diletakkan di bab apa ya? Akhirnya tulisannya nggak selรจsai. Cara mengatasi bgm ya...terimakasih.

Jawaban narasumberWa alaikum salam
 Kita bisa belajar dari Dee lestari. Sebelum menulis, salah satu waktu yang dihabiskan paaaaaling banyak oleh Dee Lestari adalah saat membuat outline. 

Bahkan outline nya ditulis di karton yang dihamparkan di meja. 

Outline atau peta pikiran idenya lengkappp.
 Baru kemudian menulis.
Saran saya lanjut saja dulu
Menambahkan ide baru boleh. Tapi kalau terlalu sering dan akhirnya keluar jalur ya bisa bisa tak selesai selesai. Karena kebaruan itu membuat kita tak bisa melihat akhir perjalanan tulisan kita.

P9
Selain kehilangan ide dan inspirasi, jika sudah terserang WB/ writer's block maka akan hilang rasa percaya diri dalam menulis bahkan bisa hilang sama sekali semangat dalam menulis. Untuk bisa memulihkan dengan cepat apa yg harus dilakukan?

Jawaban narasumber
Betul betul betul
 Kalau sudah begini yuk kita ingat lagi nasihat guru guru kepenulisan kita,
 "Yakinlah bahwa setiap tulisan akan bertemu dengan pembacanya"
 "Terkadang apa yang kita anggap kecil, remeh dan sederhana bisa jadi sangat berarti bagi orang lain"
 Jadi yuk, tetap semangat berkarya

 P 10

Imas Damayanti Lovita - Ciamis

Bagaimana cara kita untuk memulai topik baru saat menulis?

Jujur, saya tipikal yang biasa menulis jurnal ilmiah dan pengalaman. Kalo disuruh buat karangan fiksi langsung terkena WB mba. Hehe๐Ÿ™๐Ÿป

Jawaban narasumber
Salah satu langkah mudah beradaptasi dengan tulisan yang berbeda tema/topik/jenis adalah dengan membaca beberapa karya sesuai yang akan kita buat
Bisa mulai dari bacaan fiksi di media massa atau dari kiriman teman

Lalu lahap tulisannya perlahan
Agar kita bisa mencermati diksi, struktur, dan sebagainya.

 P11...๐Ÿƒ‍♀️๐Ÿƒ‍♀️
Pertanyaan:
Di paparan disebutkan bahwa hendaknya tulisan berbasis data.
Akan tetapi, kalau misalnya kita sudah banyak membaca dan memiliki banyak data. Kenapa malah jadi sulit menulis ya? Jadi, malah bingung menulisnya seperti apa๐Ÿฅฒ 
Mohon arahan dan dibantu strategi agar bisa mengolah data banyak tersebut menjadi tulisan. 
Terima kasih

Jawaban narasumber
Ehehe kalau ada yang beririsan, bisa kita eliminasi dengan memilih data yang paling kuat. Atau kalau mau kita rangkum dulu datanya supaya lebih umum.

Mark Twain pernah berkata rahasia untuk maju adalah memulai. Rahasia untuk memulai adalah memecah tugas-tugas rumit menjadi tugas yang lebih kecil dan mudah dikelola.

 P 12
 mohon ijin bertanya bu, saya endang dari kaltim... ijin bu apakah bisa ide menulis dibantu oleh AI misalnya chatGPT bu?
Jawaban narasumber
 Bisaaa
Sangaaaat bisa
Yang penting prompt nya tepat
Karena dasarnya ChatGPT itu kan men-generate ya, jadi apa yang ditulis sama ChatGPT berdasarkan kata kata yg ditulis sebelumnya
 Contoh:

Saya guru IPA kelas 8 SMP punya rencana menyusun proyek membuat komik sederhana dst
Itu akan lebih baik daripada kita langsung menulis "buatkan saya contoh proyek membuat komik"
Tapi tetap bijak dalam menggunakannya ya Ibu Bapak
Tetap kita harus olah lagi
Karena kalau hanya salin tempel, nantinya malah kita yang "dikuasai" AI ๐Ÿ˜Š


P 13
Taufan
Pemalang Jawa Tengah

Assalamu'alaikum
bagaimana cara ibu ditta menyikapi ide yang banyak tapi terlanjur mangkrak sehingga malah muncul WB akut?

Jawaban narasumber
Kita bisa pancing ide dengan mengaktifkan indera indera kita
Omjay pernah melatih saya dkk di angkatan KBMN ke-7
Dulu kami ditantang untuk membuat tulisan dari foto foto yang dikirim Omjay
Ajaib! Selalu jadi tulisan
Nah ini jg bs dicoba saat ide pada mangkrak semua
Bahkan dari sehelai rambut kucing yang menempel di baju pun, bisa dibuat sebuah tulisan minimal 3 paragraf ๐Ÿ˜Š

P 14
Izin bertanya
Fazar dari Garut Jabar
Kalau kita sudah buat kerangka tulisan bgmana cara untuk mengembangkan kerangka tersebut menjadi tulisan lengkap. Mungkin ada caranya. ?
Terimakasih
Jawaban narasumber
Ada banyak cara
Misal dengan gunakan 5W1H
Atau buat ide ide pokok setiap paragraf nya dulu
Atau yang sekarang sedang populer gunakan teknik STAR (situasi, tantangan, aksi, refleksi) - kalau jenis tulisan sesuai
Cara lain nanti bs tanya Bunda Lely yg lebih ahli ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

 P 15
Assalamualaikum

Nama: Sri Mulyati 
Pertanyaan : 
Bagaimana cara memulai menulis simple itu apakah di mulai dengan buku fiksi atau non fiksikah sebaiknya? Terkhusus bagi saya yg belum pernah merasa WB,,,mungkin dgn bgt saya akan menemukan rasanya WB itu,he

Kalau mau memulai dengan buku fiksi tnpa ada bayangan sama sekali bagaimana cara memulainya?

Jawaban narasumber
Wa alaikum salam
 Waah kereen belum pernah kena WB. Hee kalo ini sih enak ya Bunda Lely

Setiap tulisan memiliki ciri khas tersendiri
Puisi dengan diksi yang kuat
Cerpen dengan alur yang singkat dan tak banyak tokoh.
Tulisan ilmiah yang tentunya based on data serta menggunakan berbagai istilah ilmiah.

Langkah bijak yg bisa kita lakukan sebelum memulai adalah dengan mengenali unsur-unsur dari jenis tulisan yg akan kita buat
Lalu dengan berbagai referensi, kita bisa mulai menulis
Bismillah

Pertanyaan penutup dari mbak INGE...

menteeku juga.. ๐Ÿ˜„

Malam Bu. Mau tanya. Tentang menulis bebas kadang malu jika di koreksi penulisan ngga sesuai kaidah dll. Mengatasinya seperti apa Bu. Mks

Jawaban narasumber
Tujuan dari menulis bebas memang begitu
 Nah setelahnya kita bisa lakukan editing
Teknik ini disarankan terutama bagi yang sering ngedit tulisan di tengah tengah
Dalam dunia kepenulisan, terkadang proses editing memerlukan waktu yang sangaaaat lama. Bahkan bisa lebih lama dari proses membuat naskah itu sendiri.
Inilah mengapa di saat menulis, sebaiknya kita hindari godaan untuk mengedit tulisan kita.
Tahaaaaan pokoknya
 Pastikan tulisan selesai terlebih dahulu baru edit.
Kalau takut tak sesuai kaidah kita bisa cek di EYD
Misalnya di sini:
https://ejaan.kemdikbud.go.id/


Ada lagi ni mbak... tadi dari mbak Sri Mul.. dia belum pernah merasakan WB/writer's block.. karena belum pernah nulis...

Dia pengin merasakan WB/writer's block katanya... ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ
Sedikit _closing statement_ dari saya, 

Jawaban narasumber
"Teruslah memberi arti bagi setiap orang yang kita temui, dalam setiap hal yang kita lalui dan untuk setiap waktu yang kita miliki."
Teruslah berkarya sampai *semua orang* bilang stop. (Kalau cuma satu dua mah lanjuuuut)
Hatur nuhuuun ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

Acara terakhir penutupan olen moderator;

๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ Terimakasih mbak Narasumber hebat...
Waktu kebersamaan kita telah selesau sampai di sini..

Namun percayalah.. ini hanya waktu fomalnya.. disisi lain banyak waktu untuk kita bersharing ria..

Jangan puas atas pencapauan saat ini.. namun berusaha terus dengan belajar .. belajar dan belajar...

Jangan sampai lekeh untuk terus belajar sampai ke liang lahat..
 Saya yang bertugas mendampingi narasumber malam ini.. mohon dimaafkan.. di sana sini banyak kesalahan dan kekeliruan..  ingat.. JANGAN SOMBONG.. DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT... Mari kita tutup dengan doa akhir.. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.. semoga bermanfaat.. 

Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

1 komentar:

Ditta Widya Utami mengatakan...

Terima kasih sudah membuat resumenya. Semangattt