Pernahkan membaca sebuah karya tulis kemudian merasa kurang sreg, kurang pas?
Mungkin karena banyak tulisan yang typo, atau banyak yang salah ejaan, huruf kapital kurang pas atau tanda baca yang salah rumah.
Hummmm jadi gemesss deh bacanya.
Nah itulah perlunya *proofreading*. Apa itu proofreading?
Mengapa perlu ada proofreading?
Tekniknya bagaimana ya?
Waaah banyak sekali pertanyaannya?
Daripada pusing tujuh keliling yuuuuk masuk kelas malam ini.
Jangan sampai lupa yaaa! Stay tune hanya di KBMN 30💪🏻
Moderator memulai acara.dengan sangat antusias.
Bismilah
Assalamualaikum warohmah
Ibu Bapak Hebat dan kawan-kawan Literasi Nusantara.
Materi ke 12 dalam forum Kelas Belajar Menulis Nusantara malam ini bertepatan dengan tanggal 10 November yaitu hari Pahlawan
Saya yakin betul jika seluruh peserta Grop KBMN 30 adalah bagian dari para pahlawan tersebut
Pahlawan Kemerdekaan Indonesia
Pahlawan literasi
Pahlawan pendidikan
Pahlawan peradaban
Pahlawan keluarga dan lain-lain.
In sya Allah kita semua menempati posisi pahlawannya masing-masing.
Berbicara tentang pahlawan, sebelum masuk pada materi Izinkan saya membahas sedikit keluar dari materi kita malam ini 🙏
Dahulu kala selama ratusan tahun Indonesia dijajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang, hingga dengan kegigihan para pahlawan perjuangan, serta seluruh masyarakat Indonesia dan tidak lupa dengan doa.
Kemerdekaan Indonesia telah kita nikmati hari ini.
Hari ini kita saksikan pada setiap berita mengabarkan tentang Palestina yang dijajah sejak tahun 1948.
Kita tidak berbicara tentang Agama, namun berbicara tentang kemanusian dan kemerdekaan
Atas kesamaan nasib Indonesia dulu,
mari kita andil menjadi pahlawan kemanusiaan dengan *mengirimkan doa semoga Palestina* agar segera diberikan kemerdekaan dari penjajah untuk selamanya.
Mohon izin kepada semua peserta Grop KBMN gelombang 30
Mari kita berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Dan untuk yang beragama Islam kita kirimkan Alfatihah untuk Palestina.
Mari kita tundukkan kepala sejenak
Berdoa mulai
Berdoa Selesai
Terima kasih kepada Ibu Bapak hebat semua
Bagi yang bergabung dan meny9mak menyusul semoga ikut Berdoa juga
Terima kasih banyak
🙏🙏🙏
Baik kita masuk materi putaran ke 12 KBMN gelombang 30.
Kawan-kawan Literasi Nusantara, bapak ibu penulis hebat. Mohon izin saya perkenalkan diri
Nama saya Arofiah Afifi dipanggil Ovì
seorang moderator imut seimut Namnya 😁🙏.
Lulusan gel 24 dengan buku solo sesuai profil boleh diintip.
Aktif di dunia literasi genap 2 tahun sejak saya masuk KBMN. Dan berbicara tentang materi hari ini saya termasuk yang mengambil banyak ilmu dari Narasumber malam ini.
Forum akan kita bagi menjadi 4 sesi
1. Pembukaan
2. Materi dari Narasumber
3. Diskusi atau tanya jawab
4. Penutup
Baik,
Agar malam ini ilmu bisa lebih barokah mari kita mulai dengan membaca
Doa sesuai kepercayaan masing-masing
Bismillah
Berdoa selesai
Oiya nomor yang saya gunakan sekarang atas nama mawar sofia ini juga nomor saya Arofiah atau Ovi
Nama mawar ini nama artis 😁
Lanjut ya...
Saya yakin ibu Bapak adalah para penulis hebat. Dan calon para penulis hebat
Aamiin
Nah pasti kita telah terbiasa dengan menulis blog. Baik di blog pribadi, kompasiana dan sejenisnya seperti platform novel App bahkan diantara kita banyak yang menjadi penulis jurnalis.
Sebagai Penulis pada platform di atas tentu saja tulisan kita harus diolah yaitu diproofreading sebelum tulisan kita diterbitkan atau diposting
Mungkin sebagian kecil dari kita telah paham apa itu proofreading dan sebagian lagi akan tahu dari materi hari ini
Namun yang sangat penting dari materi malam ini adalah sejauh mana peranan proofreading dalam tulisan kita.
Nah pasti masih banyak yang gagal paham.
Maka dari itu, agar tulisan kita menjadi lebih baik.
Telah hadir di samping saya dalam dunia maya, Narasumber hebat 🙏
Yang biasa saya sebut Bapak Polisi bahasa akan menjelaskan apa itu proofreading
Agar tidak menunda rasa penasaran
Saya persilahkan Pak D Susanto untuk mengisi forum
: Sedikit info
Naskah saya sering dapet arahan dari Pak D makanya saat ini saya bisa akselerasi dari penulis 0 menjadi korator dan mencicipi coba-coba jadi editor hehe
Oke yuk kita sambut Pak D Sus polisi Bahasa kita malam ini
Monggo Pak D forum wa milik Pak D sepenuhnya
Narasumber memulai pembicaraannya:
Terima kasih, Bu Ovi
Saya dipanggil dengan tepukan, mudah-mudahan tidak diikuti dengan siulan, he he he ...
Salam sejahtera Bapak dan Ibu guru hebat, salam dan bahagia!
Assalaamualaikum wr wb.
Selamat *Hari Pahlawan*, semoga para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan bangsa mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Bu Momod, Ibu Mawar Sofia.
Saya mengenal (dan mendekati akrab dengan) Ibu Arofiah Afifi ketika saya mengkritisi tulisan beliau, jika tidak salah adalah cerpen-cerpen yang sering beliau bagikan di grup (Gelombang 24).
Sebab, pada penulisan huruf besar dan penempatan tanda baca pada cerpen, terutama pada dialog para tokohnya sering keliru atau bahkan diabaikan.
*_Yang penting pembaca saya tahu maksudnya_*
Barangkali seperti itu pendapat si penulis.
Mohon izin, Bapak dan Ibu. kali ini saya membersamai Bapak dan Ibu semua dalam kelas menulis Gelombang 30 kali ini.
*Mari kita cermati tulisan awal Bu Ovi sebelum memulai acara kita malam hari ini.*
Ada di atas, saya kutip, ya!
_Dahulu kala selama ratusan tahun Indonesia dijajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang, hingga dengan kegigihan para pahlawan perjuangan, serta seluruh masyarakat Indonesia dan tidak lupa dengan doa._
Menurut Bapak dan Ibu, apakah tulisan tersebut merupakan kalimat yang lengkap? Katakanlah, apakah sudah *”selesai”*?
Saya tidak mengatakan *salah* tetapi rangkaian kata yang panjang dan diakhiri tanda titik itu *bukan kalimat lengkap, dengan kata lain belum selesai* karena unsur utama kalimat tidak ada.
*Mengapa dikatakan bukan kalimat lengkap atau kalimat yang belum selesai?*
Adakah Bapak dan Ibu yang berkenan menjawab?
buka, jika sdh ada Bapak dan Ibu yang proaktif menjawab, beberapa orang, kita kunci kembali, Bu.
Jawaban peserta
Dikatakan bukan kalimat lengkap karena hanya mengandung Subyek tetapi tidak ada predikat 🙏
mungkin akan berbeda jika penulisannya...... dengan kegigihan doa doa para pahlawan perjuangan, serta seluruh masyarakat Indonesia.
alias tidak ada subjeknya pada kalimat tidak lupa dengan doa
_Dahulu kala selama ratusan tahun Indonesia dijajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang, hingga dengan kegigihan para pahlawan perjuangan, serta seluruh masyarakat Indonesia dan tidak lupa dengan doa._
Saya mencoba menjawab... dalam satu paragraf selalu ada ide pokok dan ide pendukung yg melengkapi... dalam tulisan mbak ovi sepertinya belum lengkap yaa..
Iya betul ..Kalimat dikatakan lengkap bila ada minimal Subjek dan Predikat.
Mungkin blm ada S-P-O nya ya?
Baik, terima kasih, Ibu dan Bapak, boleh *saya lanjutkan?*
Sepertinya sudah cukup mewakili ya
Saya tutup
siap menyimak
Kembali saya kutip, ya
*_Dahulu kala selama ratusan tahun Indonesia dijajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang, hingga dengan kegigihan para pahlawan perjuangan, serta seluruh masyarakat Indonesia dan tidak lupa dengan doa._*
_Tulisan bu Ovi_
Dahulu kala selama ratusan tahun Indonesia dijajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang >> *keterangan waktu*
hingga dengan kegigihan para pahlawan perjuangan >> *keterangan akibat*
serta seluruh masyarakat Indonesia dan tidak lupa dengan doa >> *keterangan kesertaan*
🤩 *Keterangan* semua!
Jelas, ya. Kalimat itu tidak memiliki *subjek* sebagai *unsur pokok* kalimat.
Banyaknya hal yang *harus dihapal* dalam EYD yang harus saya patuhi dalam menulis, saya mengakali dengan membuat flyer.
Flyer ini, telah saya buat sejak gelombang 15 (angkatan saya ikut KBMN) dan senantiasa saya *update* dengan hal yang saya butuhkan.
Saya membuatnya dengan Ms. Power Point. Keterbatasan penguasaan teknologi membuat saya membuat dengan aplikasi yang paling sederhana.
Sebelum ditutup, nanti akan saya bagikan kepada Bapak dan Ibu semua, silakan di-update sesuai kebutuhan.
Izin memberikan contoh ya, Bu/Pak.
Saya kadang lupa ketika mebulis judul atau mengedit tulisan CC Melintas ketika mereka menulis judul.
Agar saya tidak lupa, saya buat slide dan simpan sebagai gambar.
Itulah, Bapak dan Ibu sekelumit kegiatan *proofreading*.
Sejak Angkatan 18 saya mengisi materi yang sama dan mahasiswa *KulWAP* KBMN ada yang mengulang, karena tidak naik kelas 🙂 maka materi ini saya modifikasi.
Teori proofreading dapat Bapak dan Ibu cari di internet. Iya, 'kan?
: berikut contoh melakukan proofreading sebuah naskah yang ditulis oleh teman literasi
Itulah, Bapak dan Ibu sekelumit kegiatan *proofreading*.
Sejak Angkatan 18 saya mengisi materi yang sama dan mahasiswa *KulWAP* KBMN ada yang mengulang, karena tidak naik kelas 🙂 maka materi ini saya modifikasi.
Teori proofreading dapat Bapak dan Ibu cari di internet. Iya, 'kan?
berikut contoh melakukan proofreading sebuah naskah yang ditulis oleh teman literasi
Mari, cermati tulisan berikut!
Perhatikan kata-kata bergaris bawah yang berwarna merah. Silakan Anda komentari dalam hati.
O, ya. Tulisan yang dipublikasikan melalui media blog kita, jika diberi masukan atau setelah dibaca ulang ternyata ada kesalahan, silakan diperbaiki karena pemilik blog adalah redaksi dari blog-nya sendiri.
Izin menyampaikan 3 slide lagi ya, Bu/Pak (mohon maaf jika membuat memori HP Bapak dan Ibu menjadi penuh dengan tambahan galeri ini 🙏🙏
Apa saja *salah*-nya?
Berikut hal yang kita proofreading dari contoh pada slide di atas?
Lihatlah!
kata bapak dan ayah *tidak digunakan secara konsisten*
*Akupun*❌
*Aku pun* ✅
Kata *aku* dan *saya* tidak konsisten digunakan.
[10/11 20.15] +62 813-7335-3014: *karirnya* ❌
*kariernya* ✅
Kata *saat* diulang pada kalimat yang sama.
*di sebuah Cafe Starbuck*
Lebih efektif mana dibandingkan dengan:
*di Cafe Starbuck*
Kelas KBMN 30 yang luar biasa, demikian saja yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika materi yang saya sampaikan ada hal-hal yang tidak Bapak Ibu pahami akibat bahasa saya yang tidak benar.
Semoga menambah pengetahuan kita bersama. Saya kembalikan kepada Bu Momod Ovi.
[10/11 20.19] +62 856-9428-6842: Masya Allah materinya luar biasa Pak D
[10/11 20.19] +62 813-7335-3014: 🙏🙏
[10/11 20.19] +62 856-9428-6842: Saya suka bolak balik buka Eyd saat jadi kurator eeh malam ini dapet pencerahan banget
😊🙏🙏🙏
[10/11 20.20] +62 856-9428-6842: Sambil menunggu penanya silakan kirim ke nomor ini ya yang foto profil Mawar 😁
[10/11 20.22] +62 856-9428-6842: Kita buka forum tanya jawab
Mungkin Ibu Bapak tadi bingung ya nih momod pake nomor yang mana mau nanya? 😁
[10/11 20.22] +62 813-7335-3014: Wah, jangan-jangan malah saya tidak bisa menjawab 🙂
[10/11 20.22] +62 813-7335-3014: *085694286842*
Bu Moderator
[10/11 20.27] +62 856-9428-6842: P 1.
Taufan
Pemalang
Menulis, utamanya sastra atau cerita rekaan kadang lebih bisa dinikmati atau diterima oleh pembaca. Apakah bahasa baku sesuai EYD diperlukan dalam hal tersebut? apakah tidak menjadikan cepat bosan dengan bahasa terkesan kaku?
*J.1*
Melakukan proofreading bukan menajdikan kata atau kalimat pada tulisan menjadi kata atau kalimat baku. Disesuaikan dengan *jenis tulisan*.
Yang kita lakukan adalah mengoreksi kesalahan mikro dalam tulisan, seperti yang saya jelaskan.
Misalnya ini, maaf bu Hesti Gorang, saya SS ya tulisan di Kompasiana
*Tulis lah* hal-hal yang kecil ❌
**Tulislah* hal-hal yang kecil ✅
[10/11 20.34] +62 856-9428-6842: P2.
Suhaimi Jakarta
Dalam mengutip kalimat langsung bisa banyak kalimat yang terlalu panjang, apa bisa di bagi menjadi 2 dan bgmn caranya?
Dalam mengutip kalimat langsung bisa banyak kalimat yang terlalu panjang, apa bisa di bagi menjadi 2 dan bgmn caranya?
Maksudnya bagaimana, Pak
Mungkin maksudnya begini
Kadang sebagai penulis jurnalis
Kita mengutip kalimat langsung yang sangat panjang Pak D
Jadi bagaimana caranya kalimat langsung tersebut kita penggal menjadi 2
*J2*
Jika percakapan dikutip, gunakan kalimat tidak langsung, ditandai dengan kata bahwa.
Dalam SEO, kalimat seyogyanya tidak lebih dari 20 kata, namun pada penerbitan, mengikuti aturan media yang bersangkutan. Namun, pada intinya, kalimat pendek maupun kalimat panjang mengandung unsur kalimat yang lengkap.
Jika harus menggunakan kalimat majemuk, yakni beberapa kalimat tunggal digabung menjadi satu, maka tempatkan anak kalimat pengganti keterangan dibuat dengan jelas.
😀 Wah kaya kuliah bahasa, nih.
[10/11 20.42] +62 856-9428-6842: P3
Nama Yuliana Katindo
SMP N 1 Kesu
Sul sel
Apakah yang dimaksud dengan flayer
[10/11 20.46] +62 813-7335-3014: *J.3*
Kata *flyer*, *flayer* dalam KBBI VI Daring *tidak ditemukan*. Mudah-mudahan setelah Konres Bahasa bulan Oktober lalu, saya endengan ada Tim yang akan menambah setidaknya 250 ribu kosa kata baru.
Dalam dunia desain grafis, dikutip dari detik.com, Flyer adalah salah satu alat pemasaran yang dirancang secara tepat dan efektif untuk menyampaikan informasi tertentu kepada pembaca. Dilansir dari buku Photoshop untuk Pekerja Kantoran oleh Hasno Suprayogo, flyer yang juga biasa disebut pamflet adalah salah satu materi promosi yang biasa digunakan perusahaan.
[10/11 20.46] +62 813-7335-3014: endengan >> *mendengar
[10/11 20.46] +62 856-9428-6842: P4.
Nama : TP Hastuti
Asal : Bekasi
Curhat :
Sering kali selesai menulis dan saya membaca ulang tulisan tersebut, saya merasa kurang pas dari susunan kata atau EYD nya salah. Terkadang ingin memperbaiki tp timbul "malas". Dan selama ini blm ada teman utk bantu koreksi tulisan saya.. jadi, menukis sendiri, koreksi sendiri, akhirnya tidak lanjut menulis.
Al ham dulillah thn ini dipertemukan KBMN lewat OmJay... pertemuan membawa berkah, jadi semangat menulis kembali karena ada rekan spt mb ovi yg akan sy ganggu... terima kasih .. malam ini dapat ilmu tentang koreksi tulisan... sangat membantu
*J.4*
Benar yang Ibu katakan, benar sekali yang akan Ibu lakukan.
[10/11 20.49] +62 856-9428-6842: P5
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Penanya: Rohmadi dari Bekasi.
Bapak...maaf, saya suka nulis buku harian. Saat menulis, saya nggak perhatikan ejaan bahasa. Bahkan tanpa konsep SPO-nya. Terpenting apa saja dikepala saya tulis.
Pertanyaan:
1. Bagaimana cara meng edit catatan harian agar bisa disusun jadi buku novel?
2. Kira2 apa saja yang harus saya perbaiki?
Terimakasih.
*J5*
Bapak Rohmadi,
Kadang materi saya menjadi *"penghambat"* dan menimbulkan rasa takut dan memunculkan keraguan.
*TIDAK PAK* Fiksi maupun Nonfiksi, memiliki aturan-aturan atau kaidah-kaidah menyangkut:
*struktur, pilihan kata, dan istilah yang dipakai.*
Akan tetapi, EYD direvisi hingga Edisi Ke-6, agar tulisan fiksi maupun nonfiksi, kaidah penulisannya benar.
Contoh, meskipun fiksi, seperti diajarkan Pak Sudomo, tempo hari, tidak asal menulsikan, misalnya, dialog.
*Contoh sebuah dialog (kutipan langsung perkataan orang:*
*“Iya Mil aku capek, lelah bertahun-tahun bekerja di sini namun aku belum mendapatkan sesuatu yang kuinginkan.” Jawab Ririn.*
Tanda baca pada akhir petikan percakapan tersebut adalah tanda titik. Pertanyaannya, bolehkah? Jika tidak boleh, mengapa tanda tanya, tanda seru, boleh?
Petikan perkataan pada kalimat di atas bukan berupa pertanyaan juga bukan perintah. Seharusnya diakhiri dengan tanda koma karena diiringingi penjelas kalimat petikan yaitu ‘jawab Ririn’.
Bolehkah diakhiri tada titik? Jawabnya, tentu boleh. Akan tetapi kalimat berikutnya berupa narasi, bukan frasa yang mengikuti dialog. Frasa yang mengikuti dialog biasanya diawali dengan ‘dialog tag’.
Ini sekelumit *aturan* atau kaidah penulisan fiksi.
Masalah ide, alur, diksi yang digunakan, silakan saja. Penulis merdeka menuliskannya.
Pertanyaan tentang bagaimana agar menjadi novel?
Saya belum pernah menulis novel dan belum belajar menulis novel. 🙏🙏
[10/11 20.58] +62 856-9428-6842: P6
Assalaamu'alaikum wrwb. Saya biasa menggunakan (sinonim) variasi kata yang berbeda dalam sebuah kalimat. Contoh penggunaan kata "dan" dan "serta". Contoh: "Saya biasa pergi bekerja bersama anak _dan_ istri _serta_ sang sopir." Apakah kalimat saya di atas sudah benar? Terimakasih sebelumnya. (Agus Hendrawan)
*J6*
Bapak Agus, memvariasikan diksi sah-sah saja. Bahkan, membuat pembaca tidak bosan. Yang tidak dianjurkan adalah pengulangan satu kata dalam kalimat hingga dua atau lebih. Demikian juga dalam paragraf pengulangan kata tertentu akan membuat kalimat tidak efektif dan membuat pembaca menjadi "risi".
Untuk kalimat:
Saya biasa pergi bekerja bersama anak _dan_ istri _serta_ sang sopir.
akan lebih baik jika salah satu saja yang digunakan.
"Saya biasa pergi bekerja bersama anak, istri, dan sopir."
[10/11 21.06] +62 813-7335-3014: *P7*
Sudah ada dalam slide di atas, Bu.
Melakukan proofreading sendiri yang baik dan benar adalah tidak serta merta selesai menulis langsung memeriksa.
Beri jeda sejenak untuki menetralkan perasaan. Sebab, sebagai penulis pasti merasa sangat yakin tulisan yang dibuat *sudah benar*.
Dengan memberi jeda beberapa saat, perasaan penulis akan netral dan akan lebih objektif menilai tulisan sendiri.
Untuk P7, saya kira cukup, Bu Ovi.
[10/11 21.10] +62 856-9428-6842: P8.
Saya masih binggung maksd dari proofeading itu sendiri mbk....
Dan cara membuat SPOK dengan baik dan benar ....🙏🏻🙏🏻
Bu TITA Karangploso malang
Moderator membantu menjawab
Pertanyaan ke 8 juga sudah terjawab ya di atas
Atau ada tambah arahan Pak D
Narasumber mengulang penjelasan *J8*
Dengan terpaksa saya tampilkan kembali slidenya
Kegiatan proofreading:
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuan
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
[10/11 21.14] +62 856-9428-6842: P9
assalamu'alaikum bun.. mohon ijin saya endang dari kaltim.. mohon ijin bertanya 1.Apakah kita dapat mengidentifikasi area di mana gaya penulisan atau penggunaan kata yang tidak konsisten?
2.Bagaimana kita bisa memastikan keselarasan dalam gaya penulisan sepanjang seluruh tulisan? terima kasih...
*J9*
Terima kasih Bu / Pak Endang.
1. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan nama atau istilah. Contoh mudah penggunaan kata *saya* dan *aku*. Misal dalam satu BAB penggunaan kata aku dan saya berganti-ganti, alih-alih memvariasikan tuturan malah membuat bingung dan membosankan.
2. Memastikan keselarasan dalam gaya penulisan sepanjang penulisan, salah satu tekniknya denga membaca nyaring tulisan yang sudah selesai. Jika dalam fiksi, gaya tutur orang pertama, kedua, ketiga mestinya konsisten, kecuali pada BAB tertentu yang mengharukan penulis menuturkan dengan sudut pandang (PoV) orang ketiga setelah sebelumnya dengan sudut pandang orang pertama.
Semoga membantu.
Moderator menyambung
Alhamdulillah semoga tidak ada yang terlewat yaa
pertanyaannya
[Sangat penting sekali ternyata materi malam ini
Tidak hanya peserta KBMN 30 yang membintang tiap chat tapi saya juga 😁
Baik Pak D karena waktu juga sudah larut
Mohon beri kalimat pamungkas sebelum kita tutup forum
Silahkan
Bapak dan Ibu
Narasumber memberikan kalimat pamungkas:
Akhirnya, saya mohon maaf jika ada kekeliruan dalam menyampaikan materi atau menjawab pertanyaan.
Proofreading bukan mengekang kreativitas Anda dalam menulis, namun tulisan yang sudah jadi tetap harus diperiksa.
Proofreading dilakukan agar kaidah-kaidah kebahasaan untuk tulisan fiksi maupun nonfiksi.
Jika memiliki naskah calon buku, serahkan kepada orang lain untuk melakukan editing. Komunikasi antar editor/proofreader dengan penulis tetap berlangsung jika ada kalimat yang perlu didiskusikan maksud si penulis.
*Proofreading dilakukan agar kaidah-kaidah kebahasaan untuk tulisan fiksi maupun nonfiksi tetap terjaga.
Mohon maaf, saya akhiri wa billahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi
Narasumber menyahut kembali
Waalikum salam Pak D
Terima kasih banyak kepada Pak D Sus
Bapak Polisi bahasa khusunya saya dan umumnya bagi seluruh peserta Kelas menulis malam ini
Materi yang luar biasa dari Narasumber luar biasa
Saya yakin hal ini diamini oleh kita semua
Terima kasih Pak D
Baik
Waktu sudah menggulita
Saya Atas nama Moderator Arofiah Afifi
Mohon maaf atas segala kekurangan
Tadi sempat hp mati dan ganti nomor hehe
Selamat menulis resume dan selamat menjadi penulis andal mulai esok hari
Aamiin
Saya tutup kelas malam ini
Alhamdulillah
Wassalamu'alaikum warohmarullah
Demikian resume yang bisa saya tulis, semoga bermanfaat.




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar