_Jika Tanganku adalah kuas, maka tulisanku adalah lukisan berjuta warna._
_Jika tulisanku adalah musik, maka aksaraku kan menari melentingkan rasa seirama._
_Jika menulis laksana udara, kan kuhirup aroma berjuta asa_
_Menelisip masuk relung dada_
_Memenuhi peparuku dengan berjuta frasa._
Ya Menulis itu mudah, semudah bernafas, berkata, melukis, bernyanyi maupun menari.
Perlu resepnya???
Hanya ada di kelas KBMN. Malam ini akan dibagikan formula ajaib *MENULIS ITU MUDAH*
Donf forget...
Acara malam ini dibuka oleh moderator :
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat malam Bapak/Ibu guru hebat, pecinta literasi Indonesia.
Apa kabar semuanya?
Semoga Bapak/Ibu semua dalam keadaan sehat dan berbahagia, dan senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam mengikuti kegiatan belajar malam ini. Aamiin π€²π»
Tak terasa malam ini sudah memasuki pertemuan ke 9. Semoga bapak ibu tetap bersemangat sehingga di akhir kegiatan tujuan kita untuk menghasilkan buku solo bisa segera dapat direalisasikan πͺπ»πͺπ»
Sebelum memulai perkuliahan malam ini, marilah sejenak kita menundukkan kepala mengharap Ridha Allah supaya kuliah kita malam ini berjalan dengan lancar. Berdoa dipersilahkan
Berdoa selesai
Kembali lagi bersua dengan saya, Sita sebagai moderator yang akan membersamai bapak ibu hebat Nusantara dan Narasumber kita yang luar biasa, dengan materi
*MENULIS ITU MUDAH*
Seperti biasa, kuliah malam ini dibagi menjadi 4 sesi:
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi
3. Tanya Jawab
4. Penutup
Bagi yang ingin bertanya, silakan menggunakan format *nama, asal sekolah,* dan *pertanyaan.* Kirim ke *082131167414* (Sita )
Pemateri kita malam ini adalah seorang sosok teladan yang murah ilmu, murah senyum dan sangat luar biasa.
Beliau Lahir di Tulungagung pada tahun 1975, sangat produktif dalam menulis dan telah menghasilkan 47 buku selain itu juga aktif dalam menulis artikel dan jurnal
Adakah bapak ibu yang bisa menebak, siapakah pemateri kita malam ini?? πππ
Baiklah, tidak perlu berlama-lama lagi mari kita sambut dengan meriah
*Prof. Dr. Ngainun Naim, M.H.I.*
ππ»ππ»ππ»ππ»
Silahkan Prof ππ»ππ»
Selanjutnya,narasumber memberikan materi :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Terima kasih Mbak Sita yang memoderatori kegiatan pada malam hari ini.
Materi malam ini MENULIS ITU MUDAH.
Mungkin Bapak Ibu bertanya-tanya: benarkah menulis itu mudah?
Setelah saya renungkan sepertinya materi yang tepat itu MENULIS ITU MUDAH?
Ya, sederhananya: Menulis itu mudah bagi yang bisa dan biasa. Sulit bagi yang belum bisa dan belum biasa.
Baiklah.
Saya ingin mengajak Bapak Ibu sekalian untuk optimis.
Ini kunci penting. Jadi jika ingin mudah menulis maka langkah_langkahnya:
[1] membangun optimis.
Ya, optimis bahwa menulis itu mudah.
Optimis inilah yang akan mengantarkan aktivitas menulis itu menjadi mudah.
Kalau Anda tidak optimis ya berat
Optimis ini bisa mengubah KESULITAN menjadi TANTANGAN
Tantangan bukan untuk dihindari tetapi ditundukkan
[2] mulailah menulis hal-hal sederhana.
Jangan yang sulit-sulit Misalnya, tulislah pengalaman atau kegiatan Anda.
Saya beri contoh tulisan sederhana saya
https://ngainun-naim.blogspot.com/2023/04/silaturrahim-dan-kepekaan.html.
Silahkan dibaca sejenak.
Anda bisa juga menulis tentang perjalanan.
Tidak harus perjalanan jauh. Perjalanan dekat pun sesungguhnya bisa diolah menjadi tulisan kok.
Pengin tahu caranya?
Baca catatan saya:
https://www.spirit-literasi.id/2022/11/strategi-menulis-tentang-perjalanan.html. sederhana tentang mencari sarapan.
https://www.spirit-literasi.id/2023/07/perjalanan-dan-perjuangan-mencari.html.
Baik. Silahkan dibaca dan dikunjungi ya Bapak Ibu sekalian.
Oh ya, mumpung ingat. Ini video profil saya. Barangkali ada yang berkenan untuk mengunjungi.
https://www.youtube.com/watch?v=xliu1sCtkAQ.
Langkah lain yang bisa dilakukan agar menulis itu mudah adalah: [2] menulis dengan target sederhana.
Misalnya satu hari 5 paragraf
Silahkan dibaca ya Bapak Ibu.
Saya tak rehat bikin teh he he he
Moderator menyela:
Siap Prof π«‘
Sambil menunggu Profesor, bapak dan ibu bisa membaca Formula tersebutππ»
Terima kasih Bapak Ibu sekalian.
Profesor baru saja datang bapak ibu. Alhamdulillah di tengah-tengah kesibukan, beliau masih menyempatkan mengisi materi untuk belajar kita bersama malam ini. Terima kasih banyak Prof @~Ngainun
Narasumber membalas:
Sama-sama Mbak. Kebetulan hari ini lumayan padat. Pagi jam 8-10 tadi mereview riset secara online. Jam 10-11.30 menguji disertasi. Setelah dhuhur sampai magrib mengajar 2 kelas S3.
Meskipun sibuk, saya selalu menyempatkan diri menulis
Tidak harus banyak.
Paling tidak ya 5 paragraf untuk tulisan di blog.
Saya memiliki 2 blog yang tadi sudah saya bagikan
Saya juga memiliki akun di Kompasiana.
Silahkan dikunjungi juga.
Blog-blog itu menjadi media bagi saya untuk tetap bersemangat menulis ringan
Langkah yang ke-3 adalah rajin mencari sumber inspirasi menulis.
Jangan pasif atau menunggu ide datang.
Ide itu harus dicari
Jangan dinanti dengan diam.
Bagaimana cara mencarinya?
Asah kepekaan.
Kunjungi blog demi blog. Cermati. Kritisi. Siapa tahu ada yang bisa menjadi sumber ide.
https://www.spirit-literasi.id/2020/05/blog-walking.html. Istilahnya blog walking.
Langkah lainnya adalah dengan banyak membaca.
Moderator menyela:
Sambil menyimak materi dr Profesor, bapak ibu yang penasaran dan ingin bertanya silahkan mengisi format berikut
1. Nama
2. Asal sekolah
3. Pertanyaan Kirim ke *082131167414* (Sita )
Moderator melanjutkan:
Ini sumber inspirasi yang tidak pernah kering.
Semakin banyak membaca membuat stok pengetahuan untuk ditulis semakin banyak.
Berarti ide demi ide juga akan semakin mudah untuk ditemukan.
https://www.spirit-literasi.id/2023/02/ide-dan-membaca.html.
Langkah yang ke [4] adalah meluangkan waktu untuk menulis.
Jangan menunggu waktu luang.
Selalu saja akan ada alasan untuk tidak menulis.
Perlu berjuang untuk MELUANGKAN WAKTU MENULIS.
Mungkin 20 menit saja setiap hari.
Setuju Prof, sy sudah membuktikannya. Memang penuh perjuangan π
Tapi kalau sudah terbiasa akan mudah π
Hasilnya akan luar biasa ya Mbak.
Moderator menjawab, Nggih Prof ππ»π
Langkah ke [5]: MENULIS TANPA BEBAN.
Ini soal rasa.
Butuh latihan untuk menikmati bagian demi bagian. Tahapan demi tahapan menulis.
Selengkapnya bisa dibaca di foto berikut ini.
P2
Nama: Sri Mulyati
Asal : Cianjur
Bu saya langkah menulis sederhana mnrut ibu boleh dimulai dgn 5 paragraf perhari,kalau saya yang belum terbiasa bgaimana kalau saya memulai dengan menulis puisi,carqaterbaiknya bagaimana bu apa setiap hasil puisi harus dikonsultasikn dulu sebelum saya publikasikan di blog,kira-kira konsultasi puisi sebaiknya ke siapa?
J2
Meulis itu tidak perlu dibatasi oleh genre atau aliran tertentu.ikuti saja genre yang cocok untuk diri sendiri.
P3
Cici dari Bandung
Mohon maaf Prof. ijin bertanya
Bagaimana cara menjaga konsistensi dalam gaya penulisan saya merasa tanpa terjebak dalam rutinitas yang membosankan?
J3
Terima kasih Cici dari Bandung.
Gaya tulisan itu perlu diperkuat.
Caranya dengan banyak membaca.
Memperbaiki tulisan kita.
Begitu seterusnya.
Rutinitas yang membosankan harus dilawan dengan langkah-langkah kreatif.
Jangan menyerah.
Terus berlatih sampai membawa hasil yang memuaskan.
Saya boleh bertanya nggih Prof, menambahkan pertanyaan diatas ππ»
Moderator bertanya:
Beberapa waktu yang lalu ada teman sy beliau juga hoby menulis, tetapi tidak hoby membaca, kalau seperti itu bagaimana profππ»
Narasumber menjawab:
Tidak apa-apa. Itu sudah bagus. Hobi menulis itu penting untuk diapresiasi lho.
Mengapa? Karena ini hobi langka.
Hanya sedikit lho orang yang memiliki hobi menulis.
Tetapi gaya tulisannya apakah jd monoton Prof? Sela moderator.
Narasumber melanjutkan, Nah, di sini persoalannya.
Menulis itu imbangannya ya membaca
Tulisan itu dibuat tentunya untuk dibaca. Semakin banyak yang membaca, semakin bagus dan menyenangkan.
Coba sekarang kita renungkan.
Bagaimana logikanya meminta orang untuk membaca tulisan yang kita buat, padahal kita sendiri tidak suka membaca
Di sisi lain, menulis itu butuh amunisi. Ya kayak bensin untuk kendaraan.
Jika tidak ada bensinnya, apakah bisa berjalan?
Bensin menulis itu ya membaca.
Siap π«‘, jawab moderator.
Insyaallah pertanyaan terakhir Prof ππ»
P4
Bismillah.
Saya Rosjida peserta KBMN ingin bertanya :
1. Prof bagaimana jika kita sudah berhasil membuat tulisan misalnya sebuah puisi dan dishare di grup KBMN dengan diembel-embeli "mohon krisannya" tetapi sampai beberapa lama tidak ada yg memberikan reaksi/komentar maka hal ini menjadikan kecewa π sehingga mood untuk mencoba menulis lagi berikutnya menjadi menurun drastis. Bgmn solusi atas hal ini?
2. Berkaitan dengan asah kepekaan. Ada yg mengatakan seorang penulis itu peka tetapi juga sulit untuk melupakan hal kesedihan dibandingkan dg bukan penulis. Bagaimana menurut pendapat Prof atas pendapat ini.
Terima kasih Prof, terima kasih mbak Sita.
Salam Arema
Sambil menunggu Profesor, silahkan diminum kopinya bapak ibu ☕
Narasumber melanjutkanmenjawab.
1. Menulis itu harus ikhlas. Jangan dengan embel-embel materi atau lainnya. Menulis ya menulis saja. Kenapa? Biar tidak kecewa.
Itu bisa menurunkan semangat dalam berkarya.
Jika kita terus berkarya, pujian atau materi nanti akan mengikuti.
Jadi tidak perlu menunggu reaksi atau komentar.
Langkah yang perlu dipikirkan dan segera dilakukan adalah membuat tulisan berikutnya.
SETIAP TULISAN YANG KITA BUAT MEMILIKI TAKDIR SENDIRI.
2. Pendapat itu kebenarannya relatif.
Bisa disetujui, bisa tidak.
Kesedihan itu manusiawi.
Itu yang menjadi penegas bahwa kita ini manusia.
Namun kesedihan tidak harus berlarut.
Menuliskah kesedihan, kata sebuah riset, merupakan upaya KATARSIS yang bisa mengurangi beban.
Saya kira begitu.
Ternyata masih ada 2 pertanyaan lagi prof ππ», sela moderator.
P5
Assalamualaikum prof sy Bisma dari Jakarta
izin bertanya.
Manakah yg lebih baik. Menulis apa yang kita sukai, ataukah menulis apa yang mereka sukai?
Yang dimaksud mereka adalah keinginan pembaca, tuntutan profesi yang mengharuskan kita menulis karya ilmiah, modul ajar, jurnal ato PTK.
Padahal genre saya itu sastra dan fiksi.
Terimakasih Pak Prof
Waalaikumsalam. Keduanya baik. Tidak perlu dipertentangkan.
Menulis yang kita sukai itu penting dan memudahkan kita dalam menyelesaikan sebuah tulisan.
Wajar kan karena rasa suka itu memberikan energi khusus.
Nah, kita juga harus realistis.
Jika kita memiliki profesi tertentu, katakah sebagai guru atau dosen, maka kita harus menghasilkan karya tulis ilmiah.
Ini tuntutan profesi yang juga harus kita jalani.
Konon rasa suka itu bisa dikondisikan.
Membuat karya ilmiah, misalnya.
Saya sendiri awalnya juga menulis artikel untuk koran. Juga menulis cerpen.
Luar biasa Prof ππ», sela moderator.
Ketika menjadi dosen, saya merambah genre lain: buku ilmiah, penelitian, dan artikel jurnal.
Awalnya ya berat tapi saya coba nikmati.
Sekarang sudah sangat menikmati.
Justru menulis cerpen yang sudah tidak pernah saya lakukan karena kesibukan.
Pastinya menambah pengalaman juga nggih Prof, sela, moderator.
Betul. Rasa suka perlu dikondisikan.
Apakah bisa dilanjutkan pertanyaan terakhir Prof? , tanya moderator.
Silahkan. Jawab narasumber.
P6
Assalam..
Nama : Fazar Azhari
Dari Garut Jawa Barat.
Izin bertanya prof.
Terimakasih atas ilmunya dan motivasi nya mengenai menulis itu mudah.
saya ingin punya resep bagaimana membuat Buku secara mudah, efektif juga
terasa ringan menulisnya ? ππ
Terimakasih
Waalaikumsalam. Terima kasih Saudaraku Fazar Azhari.
Anda bisa mempraktikkan lima langkah yang tadi sudah saya jelaskan.
Saya sudah membuktikannya.
Bisa juga membaca tulisan tentang salah satu strategi dalam menghasilkan buku.
https://www.spirit-literasi.id/2016/02/buku-berbasis-status.html.
P7
Assalamu'alaikum Wr Wb
Zulkifli Aceh Utara.
Salam litetasi
Bagaimana caranya menumbuhkan ide menulis secara cepat dan kiat apa saja yang dilakukan sehingga setiap objek yang dilihat menjadi suatu tulisan
Monggo Prof ππ», smoderator mempersilakan narasumber.
J7
Waalaikumsalam. Ide itu dicari. Cepat atau tidaknya itu tergantung kemauan dan kemampuan kita dalam mengasah kepekaan.
Tulisan terbaru saya, misalnya, berisi hal sederhana.
Pak Zulkifli bisa membacanya.
https://www.spirit-literasi.id/2023/11/segera-tulis-sebelum-hilang.html.
Tidak ada kiat secara praktis. Saya hanya mengajak kepada kita semua untuk rajin membaca dan mengasah kepekaan lalu menjalani proses menulis. Tetap semangat dan yakin ada manfaat dari apa yang kita lakukan.
Terima kasih.
Moderator menjawab:
Terima kasih atas jawabannya Prof. Mohon maaf bapak ibu, utk sesi tanya jawab kami batasi 7 pertanyaan. Apabila masih ada pertanyaan lagi, akan di jawab Prof melalui blog beliau ππ»
Alhamdulillah materi yang luar biasa ini telah selesai. Sebelum sy tutup kuliah malam ini mungkin ada closing statement yg akan disampaikan Prof ππ»
Menulislah dengan ikhlas karena bisa memberikan berkah dalam hidup. Semangat.
Terima kasih banyak atas semangat dan materi malam ini Prof. Semoga Prof sehat selalu ππ»
Semoga closing statement dr Prof akan menambah semangat kita untuk berkarya.
Moderator menutup acara:
Alhamdulillah kuliah malam ini telah selesai, sy selalu moderator mohon maaf yg sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Mohon ijin undur diri. Wassalamu'alaikum wr. wb ππ»




Tidak ada komentar:
Posting Komentar