❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
*_Hati adalah Raja, sedangkan anggota tubuh adalah prajuritnya._*
_Aku membutuhkanmu seperti jantung yang membutuhkan detaknya_
Ihiiirrrrr... π
Kita merasai senang, suka, sedih, bingung, khawatir, bahkan jatuh cinta dan patah hati menggunakan hati. *HEART.*π
Segala yang kita sampaikan dari hati, maka akan sampai ke hati pula.
Bagaimana jika menulis dengan melibatkan hati, apakah akan sampai pula ke hati pembacanya?
Sure.... Pasti....
Terus bagaimana caranya?
Sulitkah?
Tekniknya apakah sama?
Agar segala tanya tak membuat hati gundah gulana, ayoo masuk kelas saja.
Malam ini kita akan menarikan tinta seiring kata jiwa, mencurahkan kisah membidik hati agar berbunga.
See you to nightππ»ππ»ππ»ππ»
Moderator yang hebat Ibu Arofiah Affi, S.PdI memulai acara malam ini;
"Penulis tidak pernah dilahirkan, tetapi dia diciptakan. Bakat menulis tidak selalu dibawa sejak lahir, tetapi tumbuh oleh satu motivasi dan gagasan". -Bambang Trimansyah
"Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari". - Pramoedya Ananta Toer
"Tulisan yang keluar dari hati, akan sampai ke hati pembaca.
Tulisan yang muncul dari tangan, hanya akan sampai di tangan pembaca". Cahyadi Takariawan
Lantas bagaimana agar tulisan kita bisa datang dari Hati?
Kuncinya adalah tulislah tulisan dengan ketajaman emosi.
Waah tambah penasarankan?
Ketajaman emosi gaya tulisan macam apa sih???
Alamat materi kelas berat nih ...
Oke jadi gimana caranya???
Kawan-kawan Literasi Nusantara, bapak ibu penulis hebat. Mohon izin saya kembali hadir memasuki putaran ke 17 KBMN.
Arofiah Afifi. Moderator imut mendampingi Tazah Emut π.
Tazah Emut lebih tepatnya Ustazah Mutmainah. Beliau adalah ketua kelas saya di gelombang 24.
Beliau juga F1 yang resumenya selalu ada dibarisan atas dan isi tulisannya ga kaleng-kaleng. Alias keren,
penuh makna, berisi dan ditulis dari hati.
Sebalum masuk pada materi, forum kita malam ini akan saya bagi menjadi 4 sesi
1 Forum pembukaan
2. Forum Materi dari Narasumber
3. Forum diskusi atau tanya jawab
4. Penutup
Untuk memgefektifkan waktu
Dan agar forum penuh berkah mari kita buka kelas Belajar menulis Nusantara dengan membaca doa.
Baca doa mulai
Berdoa selesai
Silahkan disimpan nomor saya untuk persiapan pertanyaan, 0856-9428-6842.
Tanpa tunda tanpa Jeda, saya persilahkan ustazah Emut Mutmainah masuk forum
ππππ
Mari kita buka hati seluas-luasnya
Narasumber Ibu Mutmainah, M.Pd mengucapkan salam sebagai pembuka.
*_Assalamulaikum warahmatullahi wa barakatuh._*
*_Salam sejahtera untuk kita semua._*
Selamat malam sahabat hebat Indonesia yang tergabung dalam kelas Belajar Menulis Gelombang 30
Bertemu kembali dengan saya *Emut* dari Lebak Banten.
Alumni peserta Belajar Menulis PGRI asuhan Om Jay *gelombang 24* (Januari-Maret 2022).
Mari kita buka hati seluas-luasnya
RASA YANG HIJRAH
_Oleh Emut Lebak_
Rumah itu tak lagi seperti mahligai
Sepasang rasa telah saling berpindah ke dalam palung tersunyi
Ia larut merangkai kepingan obsesi yang berujung ilusi
Sementara lainnya merayakan temu rindu di lain hati
Rumah itu seperti kutukan yang tak lagi didiami
Yang tersisa hanyalah kepingan debu kasmara yang bertangkut di cakrawala hati
Roman yang telah khatam menyisakan gelenyar nyeri
Ketika rindu menikai tebing hening di sebalik ibtida
Cerita itu telah berai
Lakonnya telah merinai lalu usai
Biarkan rasa berhening cipta di pusara rindu yang tak bernisan
Tanda penakziman terakhir atas lirih mimpi yang telah mati
Semoga di zona pilantrofi berlatar silu,
Siluetmu tak lagi mengundang ngilu
Denting sunyi hanyalah simfoni berbau elegi di pelataran sepi yang syahdu tanpa candu
karena hati telah ku jadikan ladang terlarang untuk tak lagi di tumbuhi rindu atas kamu.
Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Omjay, selaku *Founder sekaligus Guru Blogger Indonesia.* Karena dengan belajar di kelas Beliaulah saya bisa memiliki buku karya sendiri.
Juga ucapan terima saya yg tak terhingga kepada seluruh *Team Solid* dan narasumber di kelas menulis BM PGRI. Sungguh keikhlasan Beliau-Beliau dalam berbagi ilmu tanpa pamrih patut di apresiasi. Dari para Beliaulah yang telah menularkan virus ngeblog dan virus cinta literasi. Hingga berhasil melahirkan puluhan penulis di setiap kelasnya.
Bapak Ibu malam ini kita sharing bareng2 tentang *Writing by Heart*
Ditemani mbak Momod mungil namun super lincah, dia sahabat saya dari Serang Banten. Kita seperjuangan di kelas menulis tanpa sekat dan batas ini
*Apa itu Writing by Heart?*
Sejatinya menulis adalah ketrampilan tertinggi setelah membaca dan berbicara.
Menulis dengan hati artinya jadikan hati sebagai inspirasi saat menulis.
Jadikan hati sebagai sumber untuk mengolah ide dan inspirasi yang disampaikan melalui tulisan.
Otak dan pikiran hanyalah alat dari proses menulis yang bersumber dari hati tersebut.
Tulisan adalah jiwa, setiap yang berjiwa pasti bisa menulis, tulisan dengan hati akan sampai ke hati
*Tips menulis dengan hati*
1. Libatkan emosi.
Emosi yang dimaksud disini adalah emosi yg positif ya....
Tulis apa saja yang kita rasakan, kita amati, dan kita dengarkan. Tulis semuanya apa adanya, tanpa perlu diedit terlebih dahulu.
Jika kita menulis sambil mengedit tulisan kita tidak akan jadi.
Saat menulis libatkan emosi kita. Beri warna dan rasa pada tulisan kita.
Saat kita menuliskan tentang kesedihan gambarkan kesedihan itu. Bagaimana rasanya sedih, tulis saja seperti kita sedang berbicara curhat pada sahabat kita jika sedang sedih.
Saat kita sedang marah sampaikan rasa amarah itu dalam kata kata. Sehingga seolah pembaca merasakan aura kemarahan kita.
Mengapa suasana dan emosi dirasa perlu untuk diolah lalu dituangkan ke dalam tulisan? Karena saat kita menulis dengan memainkan suasana dan emosi, maka tulisan yang dibuat pun akan memiliki rasa sehingga pembaca pun akan menikmati tulisan yang dibuat.
Namun jangan salah menempatkan emosi, apabila kita sedang dalam keadaan marah atau sedih jangan memaksa untuk menulis tulisan yang menyenangkan karena mood nya tidak sesuai dengan ide yang akan dituliskan.
Dalam menulis, jangan ragu untuk menuangkan semua ide yang kita miliki. Anggap saja sama seperti menulis diary namun dengan berbagai bentuk tulisan. Saat sudah terbiasa, menulis pun akan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bahkan membuat candu kepada orang yang melakukannya
2. Libatkan panca indera.
Tiga sahabat itu meringkuk ketakutan. Di tengah samudra biru, mereka terombang-ambing diatas kapal yang sudah lubang sana sini. Tangan mereka terikat jaring dengan kuat, sementara mulut kelu dalam gigil kedinginan.
Dari kejauhan
Sesosok makhluk yang besar semakin mendekati mereka.
Makhluk itu sangat besar, tingginya melebihi pohon kelapa. Badannya sebesar gedung tingkat delapan. Surainya mencuat tinggi berwarna keperakan disinari matahari. Entah makhluk apa yang mereka lihat. Matanya yang merah menampakkan amarah. Makhluk itu menghantamkan ekornya dengan kuat.
Byuuuurrrr, seketika air laut bergejolak setinggi 30 meter. Baju mereka basah kuyup, rasa dingin bukan masalah terbesar mereka.
Tapi tatapan marah ikan itu. Ikan itu semakin mendekati mereka. Satu ayunan sirip lagi, akan tiba dihadapan mereka.
Ooh bagaimana nasib ketiga sahabat itu selanjutnya?
Naah bagaimana saat bpk/ibu membaca paragraf ini?
Tentu kita juga merasakan dingin, dan ketakutan seperti ketiga sahabat itu bukan.
Jadikan tulisan kita memiliki rasa takut, senang, melalui melihat, mendengar, membau. Libatkan semua panca indera.
3. Tulis sesuatu yang kita sukai.
Bapak ibu pasti pernah merasa jatuh cinta kan? Bagaimana kita menggambarkan orang yang kita sukai.
Hemmm pasti paket lengkap untuk mendeskripsikannya.
Mulai wajahnya penampilannya, sikapnya. Bahkan senyumnya pun kita bisa melukiskannya dengan jelas.
Kenapa bisa seperti itu?
Kuncinya karena *SUKA*
Menulis adalah soal perasaan. Tidak cukup hanya pengetahuan, seorang penulis harus memiliki pemahaman.
Pemahaman dimulai dari memahami diri sendiri baru memahami orang lain.
Penulis yang punya rasa akan menjadi sensitif dan mampu menangkap banyak hal. Efek ke tulisan, tulisannya akan menjadi lebih dalam dan dapat dimaknai oleh pembaca karena menyentuh pembaca. Dengan melibatkan rasa, penulis akan merasakan pengalaman keterlibatan sesuatu yang menggelegak dari dalam dirinya dan hal itu kemudian akan ditangkap oleh pembacanya. Merasa nggak?
Menulis adalah seni. Seni adalah keindahan. Seni adalah kreativitas. Seni juga bisa berarti jalan. Dengan seni, penulis memiliki jalan yang otentik di dalam karya-karyanya yang sulit ditiru oleh orang lain. Jadi hal ini adalah sebuah ciri khas mendalam dari penulis.
4. Jangan Mengharap Pujian.
Niatkan dalam hati yang pertama kata2 berikut ini.
UNTUK APA KITA MENULIS?
Jika kita menulis hanya karena pujian, orientasi kita bukan pada segi manfaat tulisan kita.
Tapi semata mata karena ingin dipuji.
Dan saat tulisan kita sepi dari pujian maka kita akan badmood bahkan malas untuk menulis.
Berbeda dengan jika menulis semata2 karena ibadah ingin menebarkan sesuatu yg menghibur, yg bermanfaat. Dipuji atau tanpa dipuji kita akan terus melaju dengan tulisan kita.
5. Who dan do.
Who artinya kenali siapa yang akan membaca tulisan kita.
Jika kita ingin tulisan kita mengena pada remaja maka posisikan diri kita sebagai remaja. Mulai dari gaya bahasa, topik dan hal- hal yang lagi digandrungi remaja.
Jadikan diri bpk/ibu sebagai pembaca.
*Do* artinya pesan apa yang ingin kita sampaikan pada pembaca. Dengan harapan pembaca akan melakukan apa yang kita tulis dan kita harapkan sesuai tujuan tulisan kita.
6. READ AND READ.
Seorang penulis hendaknya suka membaca.
Ibarat kendaraan maka membaca adalah bahan bakar seorang penulis. Dengan membaca kita akan kaya akan ide, bahasa dan bahasan menulis.
Dikutip dari Rencanamu.id (24/09/18), hasil dari penelitian Stephen D. Krashen dalam bukunya yang berjudul Writing: Research, Theory, and Application, bahwa ada hubungan antara kegiatan membaca dan menulis. Responden yang merupakan para penulis itu ternyata gemar membaca sejak kecil dan mengaku sudah terbiasa menulis sejak masih sekolah.
Jadi, semakin banyak seseorang membaca, wawasan dan pengatahuannya pun akan semakin luas, sehingga memiliki banyak referensi atau ide untuk menulis. Dengan kata lain, tiap kalimat yang dituliskan akan mengalir mudah, karena sudah mempunyai bekal informasi.
7. JUJUR
Mulutmu bisa berbohong tapi tulisanmu tidak
kata orang apa yang tertulis tak mampu berbohong bahwa tulisan adalah isi hati penulis, saat matamu bisa berbohong maka tulisanmu tidak, artinya tulisan kita adalah gambaran dari kita.
8. Konsisten.
Poin yang ke 8 ini sangat mudah dikatakan tapi susah dilakukan.
Ibarat berjalan selalu ada karang yang menghadang
angin badai menerpa, meruntuhkan kesadaran.
Tapi yakinlah itu semua hanya kerikil tajam sandungan
Kan memperkokoh genggaman tangan dalam satu TUJUAN yakni menjadi penulis
Saat lelah mendera, pikiran buntu, atau _writer block_ menyerang istirahatlah. Tapi setelah itu ayunkan kaki lebih tinggi.
Tulisan yang dibuat dengan hati akan sampai pada hati pula.
Tulisan itu akan membius dan membekas dihati pembacanya
Saat tulisan kita memiliki soul, maka tulisan itu tidak akan membosankan. Melekat dalam ingatan.
1. Lebih menyentuh pembaca
Tulisan yang dihasilkan dari luapan emosi, akan lebih menggugah pembaca. Sebaiknya tulisan yang datar, akan terasa membosankan.
Saat menulis, Anda tidak hanya memproduksi kata-kata, namun Anda tengah memproduksi rasa. Maka hadirkan perasaan dan emosi positif saat menulis. Instal dalam diri Anda emosi positif sehingga membanjiri diri Anda selama proses menulis. Emosi positif ini akan membimbing untuk terus menerus mengeluarkan kata-kata. Coba rasakan tulisan Anda yang terbimbing oleh emosi positif, pasti sangat berbeda dengan apabila tulisan terbimbing oleh emosi negatif.
2. Ketika kita sedang menulis sebuah novel sepenuh jiwa, maka tulisan tersebut akan memiliki nyawa dan seolah-olah bisa dirasakan secara nyata oleh pembaca. Kita pasti pernah kan membaca sebuah buku yang membuat kita merasa masih larut dalam cerita meskipun sudah selesai membacanya? Bisa jadi penulis buku tersebut sangat menjiwai tulisannya.
3. Lebih mudah menyusun cerita.
Tentu kita pernah merasakan _Writer Block._ Tak ada ide menulis.
Jangankan menulis paragraf. Membuat kalimat saja kadang tak terangkai.
Maka cobalah menulis dengan hati.
Tulis semua yang ada disekeliling kita, rasakan dengan indera kita.
Tulis saja, tanpa mengindahkan kaidah penulisan.
Tulis seolah kita berbicara.
Menulislah dengan berbagi rasa lewat abjad, dan menyentuh hati pembaca lewat tulisan.
Bandingkan dua tulisan ini
Contoh menulis melibatkan hati dan tidak melibatkan hati
1. Hari ini hujan turun dengan lebat. Budi sang penjual koran duduk kedingian di trotoar dengan menahan rasa lapar.
2. Awan mendung terlihat menghitam, suara tetesan hujan semakin menderas. Sesekali terdengar cahaya kilat dan suara petir memekakkan telinga. Si budi kecil penjual koran, menggigil dalam beku. Matanya perih menahan tetesan hujan. Mulutnya membiru, seakan membeku. tangan dan kakinya kelu dan lunglai menahan lapar seharian. Tuhan berikan rezeki untuk bisa kumakan hari ini pintanya syahdu memandang awan kelabu.
Contoh no 2 tentu lebih menyentuh dan ngena karena di tulis sepenuh hati, beda dengan nomor 1 yang terasa datar.
Sesi berikutnya adalah tanya jawab yang dipandu oleh moderator.
P 1
Bismillah.
Saya Rosjida peserta KBMN ingin bertanya :
1. Jika kita sedang menulis sesuatu ttg kebahagiaan sedangkan saat kita menulis berada dalam emosi kesedihan,apakah kita harus jeda sejenak atau membayangkan rasa yg sama dengan apa yg kuta tulis?
2. Kata sebagian orang, penulis yg melibatkan jiwanya jika menemui kesedihan dalam hidupnya maka sembuhnya akan lebih lama dari rata-rata kebanyakan orang.
Apakah Ustadah Emut setuju dg hal ini? Bgmn solusinya agar cepat "sembuh" ?
Makasih Tadah Emut.
Tak lupa makasih Mbak Ovi π₯°
J1
Waalaikum salam Bu Rosjida. Salam kenal
1. Rasa sedih, gembira dan haru semua bersumber dari hati. Hanya berbeda warna. Ibaratnya merah gambaran marah, kuning itu gembira, dan biru gambaran rasa sedih.
Tidak perlu jeda jika ingin menulis. Kita hanya perlu mengubah warna emosi kita.
Sejenak lupakan warna biru dan merahmu. Bayangkan keceriaan dan kegembiran.
Disamping itu akan jadi terapi self healing yang mengobati kesedihan, tulisan kita juga lebih daoat 'feel' nya
2. Tidak.
Bahkan penulis memiliki kesempatan sembuh lebih cepat dibandingkan kebanyakan.
Caranya adalah dengan self healing dalam tulisan.
Selain menyembuhkan juga akan menghasilkan karya.
Tak percaya???
Coba saja tuliskan kegalauan hati ibu, maka akan segera mereda
P2.
Izin bertanya
Ibu Narsum
Atin. Serang
Berkaitan dengan menulis tidak mengharap pujian
Saya sendiri ketika menulis ingin pembaca menentukan komentar pujian yang akan memberikan pengaruh motivasi diri.
Misal bagus artikelnya
Sebagai penulis pemula. Hal ini cukup berarti Bu
Bagaimana apakah itu salah?
Dan apa solusinya
J2
Salam kenal bu Atin
Pujian dimaksud disini adalah pijian yang akan membuat kita terlena.
Pujian yg akan membuat kita lupa apa visi misi utama kita dalam menulis.
Sehingga saat sepi pujian, kita akan malas menulis.
Walaupun tak dapat dipungkiri pujian itu membuat kita lebih termotivasi.
Jadikan ibadah sebagai motivasi menulis, maka tulisan kita akan kebih bermakna.
P3.
Romlah
Assalammu'alaikum mbaa, mau tanya kan untuk menulis, kita harus banyak membacaa, nah kalau bacaam kita yang sedih2 atau berat2 nanti masuk alam pikiran ga yaaa krn pernah dengar dan baca, kita harus jaga apa yang kita lihat, baca dan dengar ππ
J3
Waalaikum salam mbak Romlah. Bacaan yang bermutu tidak hanya melulu bernuansa sedih. Bacaan bermutu adalah bacaan yang setelah kita membacanya kita akan mengalami perubahan yang lebih baik. Misalnya lebih meningkat motivasi untuk berusaha, beribadah atau bekerja. Atau bacaan yang setelah kita membacanya pikiran kita jadi lebih fresh dan terhibur. Bahkan menghadirkan rasa lega, bahagia dan damai. Jadi pilih bacaan yang bermutu. Walaupun sebenarnya bacaan sedih itu tidak ada salahnya. Karena akan lebih mengolah rasa dan emosi kita. begitu buu
P4.
Sumarni
Jakarta Selatan
Pertanyaan:
1. Apa yang dimaksud clue?
2. Saat akan menulis selalu bingung membuat judul. Bagaimana caranya?
J4
Salam kenal bu Sumarni. Yang dimaksud clue di sini adalah poin penting dari sebuah topik bahasan, bisa juga berarti petunjuk dan penanda. Jika saat akan menulis selalu bingung membuat judul, maka keluarlah dari zona nyaman Anda. Berjalan-jalan mengamati lingkungan sekitar, mengganti rutinitas dengan hal yang baru atau bisa mengamati aktivitas orang orang di sekeliling kita. Biasanya nonton film bisa cepat memunculkan ide ide baru.
P5.
Assalamualaiku Teh Mut Narsum yg luar biasa dan Ade Ovi yang oke
Perkenalkan nama saya Fannie Radjib dari Tangerang , mohon izin bertanya
1. Bagaimana kiat kiatnya agar konsisten di dalam menulis ??
2. Agar tulisan kita disukai oleh orang lain , kira kira tulisan kita harus di tambah bumbu apa ya??
3. Saya tipe orang yang melow dan gampang tersentuh hatinya , maka tulisan saya terkadang membuat pembaca berurai air mata , apakah artinya tulisan saya sudah masuk ke dalam katagori berhasil menarik minat baca??
Hatur nuhun teh Mentor dan Ade Narasumber
J5
Waalaikum salam Hay mba Fannie bgmn kabarnya. 1. Kiat untuk menulis antara lain :Biasakan Membaca Setiap Hari. ...
☝️Biasakan Menulis Setiap Hari. ...
☝️Jangan Terlalu Perfeksionis. ...
☝️Tulis Ide Jika Tiba Tiba Muncul di Kepala. ...
☝️Mencari Ide dari Kegiatan atau Kejadian Lain, Selain Membaca. ...
☝️Menulis dengan Hati.
Pertanyaan yang kedua:
Tulis sesuatu yang kekinian dan menjadi trend saat ini. Sehingga tulisan kita lebih fresh dan banyak dicari pembaca, yang kedua tambahkan rasa yang akan membuat tulisan kita lebih bermakna. Yang ke 3 jangan terlalu mengada-ngada. Tulisan yang jujur dan apa adanya lebih menarik hati pembaca.
Pertanyaan ke tiga. Selamat mbak Fanny tulisan mbak sudah masuk kategori menulis dengan hati. Karena setiap rasa yang ingin mbak gambarkan dapat ditangkap pembaca. Kerennnn. Terus berproses menjadi lebih kereen ya mbak say. Semangatss
P6.
Malam mba
Acara super yg sdh sy tunggu sekian lama
Saya seorg guru matematika
Memulis puisi asal kena
Penguasaan diksi di bawah lima
Mohon arahan agar puisi saya jadi lebih puitis dan bermakna
Terima kasih
Ibu Reen
Tangerang
58 thn
J6
Salam kenal bu Reen dari tangerang, sy asli Lebak satu provinsi kitaπ€
Cara menulis puisi
1. Menentukan Tema
Sebelum menulis bait puisi, tentukan dahulu tema puisi yang ingin dibuat. Tujuannya agar saat kita menulis puisi mengerti akan membuat kata-kata seperti apa.
2. Diksi
Diksi merupakan kata dalam tulisan yang digunakan untuk memberi makna sesuai dengan keinginan penulis. Dengan menggunakan diksi, puisi akan terlihat lebih puitis dan bermakna
3. Menggunakan Majas
Puisi akan kurang jika si penulis tidak menggunakan majas. Dalam menulis puisi, seseorang dituntut untuk menggunakan gaya bahasa yang bebas.
4. Kembangkan Bait
Pertanyaan sudah habis,selanjutnya narasumber memberikan pernyataan penutup
Mohon maaf jika selama membersamai sahabat saya mempunyai kekurangan dan kesalahan.
Uluran maaf setulus hati, bagi kesalahan yang mungkin tak sengaja melukai.
Mari bergandengan tangan untuk menyemarakkan literasi di negeri tercinta. Bersama kita pasti bisa menebar warna indah dalam goresan karya.
Selamat malam, sampai berjumpa lagi.
Izinkan saya undur diri.
Wassalamualaikum wr wb.
See you next time, sobatππ»ππ»ππ»
Moderator menjawab salam dardari narasumber dan dilanjutkan dengan menutup acara.
Waalikum salam Tazah.
Masya Allah materi yang liar biasa malam ini.
Untaian kata penuh diksiMateri yang sangat berarti
Menulis dengan hati tak hanya dengan jari.
Menulis dari hati maka akan sampai ke hati
Saya sebagai Moderator
Memohon maaf atas segala kekurangan penampilan saya malam ini dalam membersamai ibu bapak semua
Terima kasih kepada Narasumber Ustazah Mutmainah atas materinya yang luar biasa
Namun kami hanya bisa membayar dengan 3 M
Makasih makasih makasih ππ







4 komentar:
Cukup lengkap bun
Namun selanjutnya dipiles dengan kata olahan sendiri agar lebih muncul karakter diri
Sip
Terima kasih banyak komentar dan masukannya,Bun..
Terima kasih atas komentar dan masukannya
Posting Komentar