"Mengelola majalah sekolah"
Oleh: Mustamir, S.Pd
Sebagai seorang pendidik, sekolah merupakan rumah kedua bagi kita.
Darimana orang faham tentang sekolah kita?
Bisa dari diri kita sendiri sebagai role model, ataupun dari orang lain sebagai perpanjangan informasi dari kita.
Lantas bisakah kita mengenalkan sekolah kita lewat media sosial atau media cetak?
Bagaimana jika sekolah kita ingin dikenal secara luas oleh khalayak ramai?
Selain dengan bantuan medsos, kita bisa mengenalkan sekolah kita lewat tulisan di Majalah Sekolah.
Hmmmm, pasti rumit.
Mau tahu cara yang tidak rumit, mudah dan sederhana untuk membuat majalah sekolah?
Yuk.. Yuk.. Yuk...
Masuk kelas malam ini, bersama Pimred majalah sekolah di materi *MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH*.
Jangan sampai terlewat yaa....
See youππ»ππ»ππ»
Berikut adalah proses kegiatan pelatihan KBMN 30 hari ke-11
Moderator membuka acara:
Bismillah
*Assalamualaikum wr. wb.*
Salam sejahtera untuk kita semua.
Om Swastuasti
Nammo budhayya salam kebajikan.
Hai.. hai..πππ
Kita bersua kembali melalui _WhatsApps Group_ pada pelatihan ke-11 KBMN Gel. Ke-30, dengan topik *MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH*
pembuatan majalah.
ππ
Pada pelatihan malam ini, kita akan bersama-sama menggali dan memahami langkah-langkah kunci yang diperlukan untuk mengelola majalah sekolah yang menarik dan informatif.
Saya NDY (Nur Dwi Yanti) selaku moderator .. akan membersamai bapak/ ibu pegiat literasi nusantara selama 2 jam ke depan..
ππ»π
Pelatihan ini kita akan bagi dalam 4 sesi
1. Pembukaan
2. Paparan materi melalui chat WA grup
3. Tanya jawab
4. Penutup
Sebelum kita melaju lebih jauh. Mari kita berdoa terlebih dahulu. Tengadahkan hati dan pikiran semoga malam ini sinyal aman, kuota terjaga, hp full charge, tidak ada gangguan lain dari rumah yang sudah terkondisi.
Berdoa sesuai dengan keyakinan mulai... π
Baiklah sahabat pegiat literasi nusantara..
Seperti kita ketahui bahwa majalah sekolah adalah wadah yang fantastis untuk mengekspresikan kreativitas, membagikan berita dan cerita, serta mempromosikan bakat dan prestasi siswa.
Selain itu majalah sekolah merupakan cerminan kehidupan di lingkungan pendidikan, menampilkan bakat, wawasan, dan pencapaian semua individu yang berkontribusi dalam pembentukan komunitas sekolah.
ππ
Nah.. nah
Kita akan memulai perjalanan ke dalam dunia magis dari sebuah majalah sekolah yang luar biasa.
Jangan lupa sandingkan cemilan dan secangkir minuman hangat untuk menemani.
Malam ini KBMN-30 menghadirkan Narasumber Ibu *Widya Setianingsih, S.Ag.*
Seorang guru multitalent dari MI Khadijah Malang
Yeayyyyy...ππππ
Saya beri waktu 3 menit untuk mengenal lebih siapa narasumber kita malam ini.
Yo, yo.. kita baca sejenak CV beliau, berikut ini:
https://widyabisma.blogspot.com/2022/01/my-wonderfull-live.html
3 menit sudah berlalu..
Selanjutnya mari kita sambut dengan semangat, narasumber kita juga adekku Ibu *Widya Arema*
ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
Terima kasih pada sahabatku yang luar biasa, kakakku yang selalu ada di sisiku. Teteh NDY yang setia menemani saya malam ini. Ndy yang biasa saya panggil teteh, adalah teman rasa sodara yang dekat sejak pertemuan kopdar penulis di Yogya bulan Juli kemarin.
Senang dan bahagia sekali malam ini saya bisa membersamai Bapak Ibu blogger hebat di pertemuan ke-11 ini.
Semoga semangat tetap membara, berkobar didalam dada.
*_Tak akan mundur, sebelum resume meluncur. Pantang menyerah sebelum buku solo tercipta._*
πͺπ»πͺπ»πͺπ»πͺπ»πͺπ»
Kita adalah denting yang beresonansi
Mengurai nada dalam riuh dan sepi
Kita adalah deretan huruf yang berbaris tak berjeda
Mengungkap setiap kisah dalam suka dan duka.
Kita adalah seutas tali yang terhubung dalam tarikan jemari
Berbisik dalam hati, dan bercerita dari dalam mimpi.
Dalam proses kedekatan kami, terciptalah buku duet kumpulan puisi, yang selesai dalam waktu 2 bulan.
Bpk/ibu semua, menjadi peserta di KBMN bukanlah suatu kebetulan. Akan tetapi itu adalah bagian dari skenario Allah.
Percayalah takdir Allah tak pernah salah menuntun langkah kita.
Saya sendiri sangat bersyukur menjadi bagian dari komunitas orang-orang hebat yang tanpa pamrih ini
Tidak hanya ilmu yang saya dapatkan tapi saya mendapatkan saudara-saudara sejiwa. Salah satunya sahabat saya ini, NDY.
Qadarulloh
pada bulan Desember dan Juli lalu kita dipertemukan dalam acara kopdar dan temu penulis nusantara. Dan kebersamaan berlanjut dengan liburan bersama di kota Malang.
Sebelumnya, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Omjay, selaku Founder sekaligus Guru Blogger Indonesia. Karena dengan belajar di kelas Beliaulah saya bisa memiliki buku karya saya sendiri.
Juga ucapan terima saya yg tak terhingga kepada seluruh panitia team solid dan narasumber di kelas menulis BM PGRI. Sungguh keikhlasan Beliau-Beliau dalam berbagi ilmu tanpa pamrih patut di apresiasi. Dari para Beliaulah yang telah menularkan virus ngeblog dan virus cinta literasi. Hingga berhasil melahirkan puluhan penulis di setiap kelasnya.
Mari kita berikan applaus yang meriah untuk para guru kita yang Ruaarrr Biasaaa.
ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
Sahabat literasi nusantara, saya hanyalah pecinta literasi biasa dan berawal dari zero. Sungguh bergabung di komunitas penulis seperti ini mampu melejitkan potensi kita untuk menjadi penulis yang produktif.
Kuncinya adalah *MAU*
*_Bagaimanapun juga satu ons tindakan lebih berarti dari pada satu ton pemikiran._*
So ayoo segera bersiap keluar dari zona nyaman untuk menyambut kesuksesan.
Saatnya telah tiba...
Hari ini adalah hari kesuksesan Anda sekalian.
πͺπ»πͺπ»πͺπ»
Hari ini saya akan berbagi pengalaman seputar majalah sekolah.
Apa yang Bapak/Ibu rasakan saat ada foto kita, foto anak kita terpampang di sebuah artikel majalah? Entah itu karena prestasi, atau sekedar foto selvi saat melakukan kegiatan sekolah.
Pasti bangga, bercampur senang bukan???
Semua itu dapat terjawab dengan hadirnya Majalah Sekolah.
Selain itu sebagai lembaga formal, komunikasi, promosi, dan sosialisasi dengan orangtua, masyarakat sebagai STAKE HOLDER sangat diperlukan.
Tentu sebagian dari kita berfikir, haduuh rasanya tidak mampu deh punya majalah sendiri.
SDM kurang, biaya tidak ada dan dukungan dari sekolah kurang optimal.
Itu sama dengan pikiran yang saya dan teman saya rasakan awal mula berdirinya Kharisma (nama majalah sekolah kami)
Awal mula, hanya ada dua orang yang merintis terbitnya majalah sekolah.
Satu teman saya sebagai pimred merangkap layouter.
Dan saya sebagai pemburu berita merangkap bendahara.
Jangan dibayangkan majalah Kharisma diawal seperti saat ini bpk/ibu.
Majalah kami hanya berukuran setengah kertas folio.
Untuk mencetaknya kami hanya mampu fotokopi.
Layout dengan cara gunting dan tempel.
Sebelum kita membahas lebih lanjut kita akan mengawali dengan pertanyaan apa itu majalah?
*MAJALAH ADALAH (KBBI):*
Terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.
π«Menurut Waktunya majalah dibedakan
atas majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya’.
π«Menurut Isinya dibedakan
Menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya
Pada umumnya majalah memiliki susunan daftar isi yang hampir sama. Rincian isi majalah ini akan memudahkan kita untuk menyusun setiap halaman majalah.
Menurut Wikipedia daftar isi majalah Antara lain berisi :
1. Nomor Edisi : Keterangan edisi dan tanggal terbit
2. Halaman : Menunjukkan posisi halaman sebuah rubrik.
3. Rubrik : Menunjukkan isi rubrik
4. Isi : Tema yang ada dalam sebuah rubrik. Satu rubrik bisa terdiri dari beberapa tema.
5. Jumlah halaman : Menujukkan jumlah halaman sebuah rubrik.
6. Penulis : Penulis dari sebuah tulisan.
7. Deadline : Waktu tulisan yang akan dimuat di majalah.
8. Keterangan : Penjelasan dari halaman yang ada disebuah rubrik.
Teteh bisa minta tolong share gambar pptxππ»
Moderator share gambar pptx
*7. PEMBIAYAAN*
Pembiayaan digunakan untuk:
✔️Biaya cetak majalah
✔️Membayar HR crew
✔️Pembelian hadiah kuiz dll
Sumber Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3.
1. Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
2. BOSDA
Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA. Pada BOSDA ada pos biaya cetak majalah sekolah dan membayar honorarium crew.
3. Sponsor
Bisa dari walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya.
Next
*8. PERCETAKAN*
Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik.
Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll.
Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.
Next
*9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue*
Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew.
Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.
Next last slide
*10. Pupuk Kekompakan Team*
Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.
Dua tahun Kharisma melakukan hibernasi.
Hingga akhirnya kami bangun kembali.
Selama tidur panjang kami sibuk berbenah. Crew Majalah kami lengkapi. Mulai dari penasehat, penanggung jawab, pimred, bendahara, editor, layout, hingga 4 orang pemburu berita.
Kami ajukan proposal yg detil pada pihak yayasan/sekolah. Mencari solusi pendanaan selain dari dana BOS.
Mempercantik tampilan hingga ke percetakaan. Mempertebal muatan bergizi dari isi majalah.
Finally *"KHARISMA REBORN"* ...π
Next
*9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue*
Tahun 2010 saya dipercaya untuk menjadi Pimred. Hal yang berat memang. Tapi saya percaya dengan tim saya, dengan crew yang saling membahu.
Bismillah... πͺπ»πͺπ»πͺπ»
Hingga sekarang saya masih memegang amanah itu.
Kunci utamanya adalah *MAU*
Insyaallah semua akan diberi kemudahan.
Ibarat kita berjalan ada tembok menghadang. Cari jalan lainnya. Entah harus memutar, ataukah mencari jalan lain yg sepadan.
Artinya setiap kesulitan ada dua kemudahan yang Allah siapkan.
Tetapkan niat, dan insyaallah tiba-tiba ada jalan yg terbentang.
Jangan takut mencoba, maka kita akan tetap stuck di tempat.
Ada rintangan, halangan itu hal yg biasa. Apalagi saat mengawali. Berat memang... π₯
Tapi bukan berarti itu *TAK MUNGKIN* dan *TAK ADA SOLUSI*.
Bismillahπͺπ»
Okay time to kuis. Siapkaaah
Saat ini majalah kami memasuki edisi ke 23.
Akan ada hadiah berupa majalah Kharisma bagi tulisan peserta yang terbaik.
*TANTANGANNYA*
Tuliskan artikel apa saja tentang sekolah sahabat sekalian di blog. Saya beri waktu 20 menit.
Jika ada foto bisa disertakan juga. Gunakan bahasa yang ringan, menarik, informatif dan komunikatif.
Untuk itu bisakah grup dibuka untuk sementara teteh?
Selanjutnya dibuka sesi tanya jawab, silakan kirimkan pertanyaannya melalui no. 0858-8824-5477 dengan menuliskan nama serta asal kota.
[8/11 20.37] +62 858-8824-5477: P1
Nama : TP Hastuti
Asal : Bekasi
Pertanyaan:
Bagaimana cara kita mengajak stake holder yg ada utk membuat majalah?
J1
Selamat malam TP Hastuti,
Stake holder yang dimaksud adalah walimurid, dan masyarakat sekitar.
Mungkin bukan untuk membuat majalah ya bun. Tapi untuk mendukung pengadaan majalah.
Yg pertama tentu harus ada sosialisasi ttg fungsi, manfaat, rancangan suatu majalah.
Setelah mereka paham, baru kita ajak mereka untuk mendukung pengadaan majalah sekolah kita.
[8/11 20.41] +62 858-8824-5477: P2
Agus Hendrawan dari Kota Bekasi
Assalaamu'alaikum, Apa bedanya menulis di majalah sekolah dengan menulis di website sekolah? terimakasih...
J2
Waalaikum salam.
Bedanya adalah menulis di majalah sekolah itu tercetak secara fisik, dapat diedarkan di kalangan siswa secara offline,
Sedangkan di webbsite itu tulisan secara online, lebih luas penyebaran beritanya.
Jika ditinjau dari kesamaannya, sama2 menuliskan berita di sekolah.
Di madrasah kami, berita di majalah kami tulis juga di webbsite agar bisa dibaca secara online dan lebih luas
[8/11 20.46] +62 858-8824-5477: P3
assalamu'alaikum bun.. saya endang murtiningsih dari SMKN2 sangatta utara, kalimantan timur ..mohon ijin bertanya :
1. Apa saja langkah-langkah kunci dalam mengelola majalah sekolah yang menarik dan informatif?
2. Bagaimana cara memotivasi siswa untuk berkontribusi dalam pembuatan dan isi majalah sekolah?
3. Apa yang bisa diambil dari pengalaman dalam memulai majalah sekolah dengan sumber daya terbatas?
J3
Waalaikum salam bunda Endang salam kenal, dan salam satu jiwa AREMA.
1. Langkah utama adalah kemauan. Gali berita yg ada di sekitaran sekolah, kelola dengan bahasa menarik, sertai dengan gambar.
2. Naah peran siswa perlu dioptimalkan.
Biasanya untuk memulai sesuatu perlu "dipaksa" dulu ya bun.
Cara memaksanya seperti ini, kerjasama dengan walikelas atau guru mapel.
Misalnya memberi tugas menulis puisi, cerpen, pantun.
Karya yg bagus akan dimuat di majalah.
Bisa juga dengan membentuk crew yang anggotanya siswa, tiap kelas kita ambil perwakilan.
Karya yg dimuat akan mendapatkan souvenir itu juga bisa dijadikan solusi
3. Sama seperti pengalaman awal saya membuat majalah, hanya 2 orang dengan tugas double. Selanjutnya asah terus kemampuan. Ajak teman2 untuk bergabung, libatkan siswa.
Insyaallah akan dapat terlampaui dengan mudah
[8/11 20.54] +62 858-8824-5477: P4
Selamat malam Bun
Saya Wiwin dr Kediri
J4
Majalah sekolah
Sangan dekat, saya berharap majalah kami menjadi lebih bagus dan menarik untuk siswa khususnya
Yang saya tanyakan
1. Bagaimana kita memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk berpartisipasi di majalah karena kendala adalah saat menulis itu proses lama sekali sehingga yg terjadi penerbitan tertunda
2. Dan bagaimana mengenal tema yang di harapkan siswa sementara kami sudah mencantumkan Puisi, cerpen, dan artikel siswa ..
Terima kasih
Sebelumnya
[8/11 20.54] +62 858-8824-5477: P3
Assalamu'alaikum bun.. saya endang murtiningsih dari SMKN2 sangatta utara, kalimantan timur ..mohon ijin bertanya :
1. Apa saja langkah-langkah kunci dalam mengelola majalah sekolah yang menarik dan informatif?
2. Bagaimana cara memotivasi siswa untuk berkontribusi dalam pembuatan dan isi majalah sekolah?
3. Apa yang bisa diambil dari pengalaman dalam memulai majalah sekolah dengan sumber daya terbatas?
P4
Selamat malam Bun
Saya Wiwin dr Kediri
Majalah sekolah
Sangan dekat, saya berharap majalah kami menjadi lebih bagus dan menarik untuk siswa khususnya
Yang saya tanyakan
1. Bagaimana kita memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk berpartisipasi di majalah karena kendala adalah saat menulis itu proses lama sekali sehingga yg terjadi penerbitan tertunda
2. Dan bagaimana mengenal tema yang di harapkan siswa sementara kami sudah mencantumkan Puisi, cerpen, dan artikel siswa ..
Terima kasih
Sebelumnya
J4
Salam kenal bu Wiwin dari kota Tahu Kediri.
Saya penasaran loh dengan Simpang lima Gumul Kediri.
1. Kita tentukan deadline dengan jelas, misalnya seperti majalah sekolah kami 6 bulanan terbitnya.
Di awal bulan sudah kami tentulan deadlinenya agar waktu pengerjaan lama.
Pimred dan crew harus tak jemu2 mengingatkan penulis baik dari guru maupun siswa.
2. Dengan cara membuat poling, survey yang kita share pada siswa dan guru.
Maka tema akan lebih beragam dsn sesuai dengan kehendak siswa/pembaca
P5
Nama : Rika
Asal : Riau
Pertanyaan:
Bagaimana cara membuat isbn majalahnya bu? berbiayakah? Apa saja syaratnya?
Untuk ukuran kertas majalah, adakah ketentuan tertentu bu?
J5
Haloo bu Rika...?
Salam kenal.
Membuat ISBN majalah ya..
Yang pertama harys membuat majalahnya dulu, berupa draft seperti saat kita mau mencetak.
Bisa minta bantuan penerbit untuk menguruskan ISBN majalah kita.
Untuk ukuran Majalah (majalah): dengan ukuran antara 21,5 X 29 cm hingga ukuran kertas legal
[8/11 21.03] +62 858-8824-5477: P6
Richatun
Asal Pemalang.
Kalau misalnya mau ada majalah sekolah, untuk layout, ilustrasinya bagaimana? Sementara kebanyakan guru sudah bertumpuk tugasnya
J6
Hallo bu Richatun..
Disinilah tantangannya.
Gimana tugas guru yang bertumpuk masih ditambahi dengan tugas tambahan.
Kuncinya BISA, dan MAU.
Bisa melakukan tugas layout dan ilustrasi.
Dan Mau melaksanakan dengan ikhlas di sela2 tugas ngajar.
Saat awal dulu kami gunakan jasa penerbit untuk membantu kami melayout dan ilustrasi.
Monggo bisa minta bantuan penerbit
[8/11 21.07] +62 858-8824-5477: P7
Assalamualaikum NDY and add Widya...
Boleh nimbrung lagi kan..? Ini alumni yang belum tamat-tamat ni ππ (Alfred from Sumbar)
Minta pendapat nih...
Bagaimana menyikapi pemasaran majalah sekolah, di tengah maraknya majalah versi online?
Hayyy pak Alfred, bgmn kabarnya. Kali ini harus lulus yaaπ
J7
Untuk pemasaran majalah sekolah bisa secara online dan offlline.
Di awal penerbitan kami sudah menyampaikan pada walmur bahwa majalah kita adalah majalah yg dicetak artinya secara offline.
Sedangkan yg online adalah dgn menggunakan webbsite.
Untuk siswa kelas dasar lebih aman dan menarik jika dicetak.
Tentu saja jika dicetak ada biaya percetakannya
[8/11 21.12] +62 858-8824-5477: P8
Salam kenal ibu.
Saya YublinA Fay dari malaka.
Bagaimana memotivasi peserta didik untuk menulis sesuai dengan pikirannya sendiri tanpa copy paste dari internet jika dipaksa menulis?
Bagaimana jika kita mengajak rekan guru untuk berkolaborasi namun tidak direspon. Kira-kira apa yg hrs dilakukan?
J8
Salam kenal bunda Yublina, semoga sehat slalu.
1. Tentunya diawal kita memberi arahsn pada siswa ttg plagiat. Ada hukum plagiasi yang harus diketahui siswa.
Guru bisa mengecek tulisan siswa menggunakan plagiat cheker, turnitin, atau aplikasi lainnya.
Sampaikan undang2 plagiasi.
Undang‐Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 25 ayat 2 dan pasal 70 mengatur sanksi bagi masyarakat yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi di lingkungan akademik.
2. Ini butuh kesabaran dan kesadaran dari guru tsb ya bunπ
Jika perkataan kita tidak direspon, kita bisa sampaikan pada atasan kita untuk mewajibkan gurunya menulis dan mengisi majalah sekolah
yeayyy pertanyaan sudah habis bu Narsum
Dengan berakhirnya sesi tanya jawab, maka berakhir pula pelatihan malam ini.
Sebelum ke penghujung kegiatan kami persilahkan Narasumber untuk memberikan closing statement.
Nara sumber menutup pelatihan malam ini;
Sahabat literasi nusantara, terimakasih atas kebersamaannya malam ini. Sungguh suatu kebahagiaan bagi saya, bisa kembali belajar bersama di kelas ini.
Mohon maaf jika dalam penyampaian materi dan diskusi ada ketidakpuasan atas jawaban yang saya beri. *No body perfect*, begitu pula dengan saya pribadi. Jika membutuhkan bantuan saya dalam mengelola majalah sekolah, monggo bisa wapri ke nomer saya. Dengan senang hati akan saya bantu sepenuh hati.
Saya pamit undur diri.
*_Santen peresane klopo, cekap semanten lan nyuwun ngapuro_*
Wassalamualaikum wr. wb.. πππ
See you next timeπ️π️π️
Terimakasih NDY, sahabatku telah membersamaiku selama dua jam ini.
Semoga keberkahan selalu menaungi hidupmu.
_Tetaplah menjadi pijar yang selalu_ _menghangatkan gigilku. Menjadi malam yang memeluk resahku,_ _menjadi rumah untuk aku selalu pulang._
. π
Moderator menutup acara:
Kelas Belajar Menulis Nusantara ladang kecemerlangan,
Tempat bakat dan ide-ide bersatu dalam harmoni.
Mengeksplorasi kata, seni, dalam diksi serta karya ilmiah
Melalui tulisan, gambar, dan imajinasi yang mengalir,
Kita mengejar kisah yang menginspirasi.
Di sini kita berbagi pandangan, suara, dan mimpi,
Memberi makna bagi pecinta literasi.
Kelas menulis adalah tempat di mana ide dan kata-kata mengalir.
Kami berharap bapak/ibu pegiat literasi nusantara akan mendapatkan wawasan berharga dan pengetahuan praktis dari sesi ini, yang dapat diterapkan dalam proyek majalah sekolah sendiri. Serta termotivasi untuk terus mengejar hasrat menulis.
Jangan ragu untuk terus mengasah kemampuan menulis, teruslah berlatih, dan selalu terbuka untuk peningkatan.
_Setiap kata dan kalimat yang ditulis adalah bagian dari perjalanan kita sebagai penulis._
Terima kasih kepada semua peserta, serta Narasumber kita Ibu Widya Arema atas pemaparan dan berbagi pengalaman yang luar biasa
Sampai jumpa di kesempatan berikutnya!
Mari kita bersama-sama menciptakan dan berkarya,
Dalam semangat penjelajahan yang tak terhingga.
Selamat belajar dan berkreasi, sahabat dan pegiat literasi nusantara

























4 komentar:
Siap bungkus jdi buku
resumenya masih harus diedit lagi supaya tdk terkesan copas dari narsum
ayo kita kelola majalah sekolah dengan baik.
Siap,terima atas masukannya, Bapak...
Posting Komentar